RADAR JOGJA – Mandala Krida menjadi salah satu stadion yang diajukan oleh PSSI untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Pemprov DIJ, siap memfasiltasi guna melakukan standardisasi Mandala Krida sebagai vanue piala dunia di level junior tersebut.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Gatot Saptadi menyatakan keberadaan piala dunia junior tersebut menjadi peluang besar untuk memperkenalkan tourism Jogjakarta di level internasional. Termasuk, kemampuan Jogjakarta dalam menyelenggarakan event berlevel internasional.

Diakui surat verifikasi dari PSSI sudah diterima oleh pemprov. Sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki, akan menjadi pertimbangan pemprov untuk segera dilakukan penambahan. “Yang cukup mendesak harus disediakan yakni lampu stadion dan juga single seat. Itu kan jangka pendek yang harus segera disediakan,” kata Gatot ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/8).

Namun, pejabat yang akan pensiun bulan September ini mengaku sejauh ini anggaran APBD cukup kesulitan untuk menyediakan anggaran menambah fasilitas itu. Maka dari itu langkah yang bisa diambil yakni menyewakan Stadion Mandala Krida kepada investor.

Pemkot Jogja sudah memberikan sinyal untuk membawa investor mengelola Stadion Mandala Krida. Namun, sampai saat ini Pemprov DIJ belum melakukan komunikasi bersama pemkot perihal pengelolaan Stadion Mandala Krida oleh pihak ketiga.

“Kalau untuk jangka pendek, saya rasa bisa investor untuk masuk ke sana. Tapi, aturannya harus jelas dan harus dibicarakan juga dengan dewan dan instansi terkait,” katanya.

Seperti diketahui, Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Selain Indonesia, sejumlah negara pun berminat menjadi tuan rumah. Sebut saja Uni Emirat Arab, Bahrain, Peru bahkan Brasil pun siap berebut tempat menjadi tuan rumah dalam event prestisius tersebut. (bhn/riz)

Main Bola