SLEMAN – PSS Sleman kembali menuai hasil minor di pekan ke-9 dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019. Anak asuh Seto Nurdiyantara itu ditaklukkan Bali United 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (22/7).

Di laga sebelumnya, Super Elang Jawa -julukan PSS Sleman- menuai kekalahan kandang perdana usai dibekuk PSIS Semarang dengan skor 1-3, Rabu (17/7). Kekalahan ini membuat Bagus Nirwanto dkk terjun bebas di posisi 11 klasemen sementara dengan perolehan 12 poin. Sedangkan, Bali United merangkak naik ke posisi dua dengan 19 poin.

Bermain di kandang sendiri, Bali United langsung mengambil inisiatif menyerang sejak jalannya babak pertama. Beberapa kali Stefano Lilipaly dkk merepotkan lini pertahanan PSS Sleman. Benar saja, pada menit ke-19, IIija Spasojevic berhasil mencetak gol dari titik penalti setelah Bagus Nirwanto menjatuhkan Paulo Sergio di kotak terlarang.

Setelah unggul, Bali United pun di atas angin. Hasilnya cukup membuat kalang kabut barisan belakang PSS Sleman. Serdadu Tridatu -julukan Bali United- kembali menambah keunggulan pada menit ke-34 setelah Asyraq Gufran salah mengantipasi bola yang menyebabkan gol bunuh diri.

Aksi crossing Lilipaly memberikan umpan kepada Spasojevic salah diantisipasi Asyraq Gufran yang menyebabkan bola bersarang ke gawang Ega Rizky.

Praktis, lini depan PSS tak mampu berbuat banyak setelah tertinggal dua gol. Terlebih sepanjang babak pertama PSS banyak mendapatkan tekanan. Hingga babak pertama usai skor bertahan 2-0 untuk keunggulan Jalak Bali -julukan lain Bali United.

Memasuki babak kedua, PSS langsung tancap gas dan berinisiatif menyerang. Pada menit ke-64 Yevhen Bokhashvilli berhasil memperkecil kedudukan melalui titik putih usai KH Yudo dijatuhkan di dalam kotak penalti. Namun, Bali United kembali mendapatkan penalti pada menit ke-82 setelah Asyraq Gufran menjatuhkan Paulo Sergio. Melvin Platje pun dengan mudah menceploskan gol ke gawang PSS. Hingga babak kedua berakhir skor bertahan 3-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengatakan Bali United memiliki skuad yang mumpuni. Artinya mereka memiliki skuad yang komplet di segala lini. “Kami memang kalah secara teknis. Mereka tim yang bagus,” ujarnya.

Selain itu, Seto menilai gol pertama Bali United membuat mental anak asuhnya down. Meski di babak kedua PSS berusaha bangkit. Namun lagi-lagi irama dan tempo yang coba dibangun Super Elja berakhir sia-sia ketika tim tuan rumah kembali mendapatkan penalti. “Kami lagi-lagi dikejutkan dengan gol penalti tersebut,” ujar pelatih 45 tahun itu.

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco mengaku senang dapat menaklukkan tim promosi PSS Sleman. “Sangat bagus kami bisa mencetak tiga gol dan memenangkan pertandingan,” ujarnya. (cr18/din/rg)

Main Bola