RADAR JOGJA – Longsor yang terjadi di bahu Jalan Magelang-Boyolali, tepatnya di Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, tergolong rawan. Lantaran lokasi longsor itu berada di medan jalan yang menanjak dan berkelok.

Bahkan ketika hujan tiba, jalanan tersebut licin. Ditambah tidak ada satupun penerangan jalan. Membuat pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas. Terlebih, potensi tanah longsor di daerah tersebut cukup tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono menyebut, longsor itu terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat (17/2) pukul 21.00. Selain itu, material longsor juga menyeret pembatas jalan serta menimpa lahan pertanian milik warga setempat. “Untuk dimensi longsor panjangnya kurang lebih 25 meter dan tinggi 50 meter,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (20/2).

Setelah adanya longsor tersebut, relawan dan beberapa warga memasang pembatas jalan sementara menggunakan tali rafia. Saat ini, polisi telah memasang garis kuning. Hingga kini, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) setempat dan instansi terkait.

Kepala Desa Wonolelo Marpomo mengatakan, saat itu, hujan terjadi secara berkepanjangan dan mengakibatkan aliran air yang deras. Sehingga tanah tidak bisa menahan aliran tersebut. Bahkan, tumpukan batu yang berada di lokasi, ikut terbawa longsoran.

Dia menambahkan, material longsor juga mengenai lahan pertanian milik warga. ” Kurang lebih 50 meter persegi. Memang lahan itu untuk pertanian, khususnya sayur. Tapi, yang bawah (terdampak longsor) itu (berupa) rerumputan,” bebernya.

Dia juga tidak menampik jika kondisi sepanjang Jalan Magelang-Boyolali tergolong mengkhawatirkan. Karena minim penerangan. Pemdes pun belum mampu untuk melakukan pengadaan lampu dan penerangan lainnya.
Sementara status jalan tersebut, kata dia, merupakan jalan provinsi. Pemdes sudah beberapa kali telah mengusulkan pengadaan penerangan jalan ke pemerintah kabupaten, agar diteruskan ke pemerintah provinsi. Namun, sejak dua tahun lalu, usulan itu belum terealisasi.

Warga Dusun Sanden Imam Syafi’i, 40 menyebut, longsor itu terjadi akibat hujan selama tiga hari berturut-turut. Pada Jumat (17/2), memang ada beberapa longsoran di Desa Wonolelo. “Malamnya, setelah tahu, relawan dan beberapa warga memberi pembatas dari tali rafia,” jelasnya.

Hal tersebut untuk memberi tanda dan mengantisipasi agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas. Mengingat di sepanjang Jalan Magelang-Boyolali, penerangan kurang memadai. Hanya beberapa titik. Sedangkan lokasi rawan longsor dan tikungan, banyak yang tidak ada penerangannya. Dia berharap, akan ada solusi dari permasalahan tersebut. (aya/bah)

Magelang