RADAR JOGJA – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang memasang 7.700 patok batas bidang tanah di wilayahnya. Pemasangan ini guna mengakselerasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018 tentang PTSL. Program PTSL tersebut ditunjang dengan adanya pencanangan gerakan masyarakat pemasangan tanda batas (Gemapatas) sebanyak satu juta patok secara serentak di Indonesia.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Magelang A Yani menyebut, ada 7.700 patok atau tanda batas bidang tanah yang berada di wilayahnya. Di antaranya di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan sebanyak 1.500 patok.

Kemudian, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik sebanyak 1.000 patok. Lalu, Desa Mangunsari, Kecamatan Windusari sebanyak 500 patok dan Desa Pesidi, Kecamatan Grabag sebanyak 1.000 patok.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mendukung diluncurkannya Gemapatas sebagai upaya untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Terutama dalam memasang dan menjaga tanda batas tanah yang dimilikinya. Termasuk menghindari kemungkinan terjadinya sengketa.

Dengan begitu, kata dia, dapat menghilangkan konflik maupun sengketa batas kepemilikan tanah antar masyarakat. Zaenal juga mengimbau agar masyarakat mau memasang tanda batas. “Musyawarah dengan tetangga, agar pemasangan patok batas tanah tidak ada permasalahan dikemudian hari,” katanya, Jumat (3/2).

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto menyampaikan, pemasangan serentak satu juta patok batas tanah untuk Indonesia ini mengusung tema ‘Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok’. Dia menyerukan agar masyarakat dapat memasang patok batas pada tanah milik masing-masing.

Menurutnya, program ini dicanangkan sebagai gerakan melawan mafia tanah yang sering mengganggu dan merugikan masyarakat. “Mafia tanah seringkali hadir memanfaatkan kekaburan dan ketidakjelasan batas-batas kepemilikan tanah,” ujarnya melalui zomm meeting.

Dengan demikian, dia memandang, Gemapatas ini penting agar masyarakat tergerak untuk memasang sendiri patok batas-batas tanahnya. Gerakan ini juga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai gerakan pemasangan patok terbanyak dan serentak di Indonesia. (aya/pra)

Magelang