RADAR JOGJA – Capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kabupaten Magelang masih terbilang rendah, yakni per Rabu (3/8) berada di angka 16,35 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta Polres Magelang terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi, terutama dosis ketiga. Satu di antaranya dengan cara door to door.

Capaian vaksinasi dosis pertama 85,42 persen dan dosis kedua 75,18 persen. Jumlah tersebut jelas menjadi timpang jika dibanding dengan dosis ketiga. Untuk itu, semua stakehokder terkait diminta terus menggenjot vaksinasi.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, kepolisian juga masih rutin menyelenggarakan vaksinasi dengan menggandeng pihak puskesmas di masing-masing kecamatan. Terutama kembali menggalakkan vaksinasi booster. Mengingat capaian vaksinasi masih rendah. Kepolisian juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mempercepat program vaksinasi dari pemerintah. “Kami harus mengejar. Makanya, saya perintahkan untuk membuat sebuah perencanaan dari satu pintu ke pintu rumah atau door to door,” ujarnya saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Magelang, kemarin (4/8).

Harapannya agar masyarakat yang belum melakukan vaksin lantaran kesibukannya, dapat dengan mudah untuk vaksinasi. Dengan demikian, persentase vaksinasi dosis ketiga bisa menyamai dosis pertama dan kedua. Meskipun sasarannya masih banyak.

Bahkan, ditambah dengan munculnya Covid-19 varian baru, yakni BA.4 dan BA.5. Dia mengatakan, jika tidak dilakukan pencegahan sejak dini, maka akan memakan lebih banyak korban seperti varian sebelumnya.

Polres Magelang pun setiap hari melayani vaksinasi, baik dosis pertama, kedua, maupun ketiga. Di polsek-polsek pun juga tersedia guna mendongkrak capaian vaksinasi. Kendati masyarakat sudah melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua, tidak menutup kemungkinan virus akan cepat bermutasi. “Kendalanya mungkin kesibukan masyarakat. Tapi, kami tetap mengimbau agar ikut vaksinasi dosis ketiga,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi membeberkan, per Rabu (3/8) jumlah kasus konfirmasi positif ada 29 orang. 27 diantaranya menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah dan dua lainnya dirawat di rumah sakit. Dia menyebut, mereka yang terkonfirmasi positif, bukan varian baru, namun Omicron. Kendati bukan varian baru, namun Pemkab Magelang terus mengantisipasi agar virus itu tidak cepat menyebar. Namun, yang menjadi tantangan di masyarakat adalah ketika mereka merasa vaksinasi hingga dosis kedua cukup.

Padahal, lanjut dia, pandemi hingga saat ini belum berakhir. Untuk itu, pemkab gencar melakukan sosialisasi, meskipun situasinya sudah berbeda dengan sebelumnya. Tapi, pemerintah juga menetapkan vaksin booster menjadi syarat bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dalam negeri dan melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.Dia berharap, dengan adanya aturan tersebut, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya vaksinasi booster. “Mudah-mudahan ini menjadi perhatian masyarakat untuk melakukan booster,” paparnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, pemkab terus mendorong maaing-masing instansi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk kembali menggenjot vaksinasi booster. “Kami harapkan masyarakat lebih terbuka lagi untuk segera ikut memaksimalkan vaksinasi ketiga ini,” ujar dia. (aya/pra)

Magelang