RADAR JOGJA – Saat ini, peningkatan kapasitas para pembudidaya ikan sangat diperlukan. Supaya mereka paham dan mandiri. Untuk itu, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang memfasilitasi pelatihan pengolahan pakan ikan untuk warga yang berminat pada usaha budi daya ikan skala kecil.

Kegiatan bertajuk Optimalisasi Potensi Bahan Pangan Lokal untuk Pembuatan Pakan Ikan itu diadakan di Rumah Putih kompleks TKL Ecopark Magelang, Rabu (22/6). Para peserta berasal dari kelurahan-kelurahan se-Kota Magelang.

Kepala Disperpa Kota Magelang Eri Widyo Saptoko menekankan, pelatihan ini diperuntukkan bagi pemula maupun yang sudah memiliki usaha, terutama di bidang budi daya ikan. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas mereka agar paham dan lebih mandiri. “Kali ini concern mengolah pakan ikan mandiri,” sebutnya.

Eri menuturkan, para peserta notabene berasal dari wilayah yang memiliki potensi, misalnya kolam ikan. Diharapkan, mereka bisa membuat usaha sendiri meskipun skala kecil. Dengan demikian, sedikit banyak bisa meningkatkan pendapatan mereka, selain untuk konsumsi sendiri. Ini sekaligus mendukung program Pemkot Magelang yaitu Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneurship Centre).

Lebih lanjut, pelatihan ini menitikberatkan pada pengolahan pakan ikan. Lantaran 60 persen dari usaha budi daya ikan bergantung pada pakan. Kegiatan ini diisi dengan teori, diskusi, dan dilanjutkan dengan praktik.

Menurutnya, usaha budi daya ikan dinilai penting karena keberhasilan usaha tergantung dari pakannya. “Kalau bergantung pada pabrik, mahal. Maka, kami latih pengolahan ikan dengan bahan lokal,” ujar Eri.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menyambut baik pelatihan ini, sebab anggaran budi daya ikan sebagian besar habis untuk kebutuhan pakannya. Dia berharap, peserta bisa mengolah pakan ikan secara mandiri dengan menggunakan bahan yang ada di sekitarnya.

Kendati masih skala kecil, namun usaha yang dibangun dengan keuletan bisa menambah penghasilan per bulan. Menurutnya, kunci kesuksesan sebuah usaha adalah keuletan dan pantang menyerah.

Aziz ingin para warganya memiliki penghasilan tambahan per bulan. “Punya usaha itu harus ulet, kalau gagal ulangi lagi, gagal lagi, tanya sama yang sudah sukses. Warga Kota Magelang harus lebih action jangan (tangan) di bawah,” tandasnya. (aya/bah)

Magelang