RADAR JOGJA – Perekonomian menjadi satu sektor yang ikut terdampak akibat pandemi Covid-19, di Kota Magelang. Kendati demikian, sebagian pengusaha kecil mampu bertahan dan berkembang lantaran memanfaatkan ekosistem digital.

Hal itu juga ditekankan oleh Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz saat menjadi narasumber ATM yang diselenggarakan oleh Disperindag Kota Magelang, 20-24 Juni 2022. Menurutnya, cara tersebut perlu terus dipertahankan dan dikembangkan untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.

Dia mengatakan, meski digempur pandemi, para pengusaha kecil justru memanfaatkannya dengan berinovasi. Selain itu, pandemi menjadi satu momentum untuk bertransformasi ke dunia digital. “Selalu ada hikmah di setiap musibah. Penggambaran ini terbukti bagi UMKM kita yang tetap eksis meski digempur pandemi,” katanya.

Aziz menyebut, pandemi yang terjadi awal 2020 lalu membuat pengusaha kecil beradaptasi dengan pola konsumsi baru. Kondisi ini menuntut para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk lebih gencar melakukan promosi secara online. Agar produk mereka dapat terjual dengan cepat melalui sistem pengiriman barang.

Dalam upaya pengembangan UMKM, tahap penyadaran dan pembentukan perilaku mandiri menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dikompromikan. Menurutnya, transformasi kemampuan organisasi atau usaha sama vitalnya dengan penciptaan karakter.

Dia menambahkan, tugas pemerintah adalah sebagai fasilitator yang mengubah mindset terutama bagi pelaku UMKM. Aziz juga mewanti-wanti agar tidak terlalu bangga jika omzet masih di bawah Rp 10 juta per bulan. “Kita harus ubah mindset itu menjadikan netto (pendapatan bersih) Rp 10 juta per bulan,” tandasnya.

Aziz ingin agar UMKM yang sudah sering mendapatkan pelatihan dan pendampingan bisa mandiri, serta tidak bergantung dengan pemerintah lagi. Pendampingan itu merupakan program berkelanjutan sehingga alokasi pelatihan dapat diteruskan kepada UMKM yang belum mendapat pelatihan.

Terlebih, dia menjelaskan, tahun ini pembangunan IKM Center di Kota Magelang bakal dituntaskan. Dia ingin keberadaan fasilitas publik itu bisa dirasakan bersama guna menaikkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Satu upayanya dengan menampilkan produk lokal yang mampu bersaing dengan daerah lain. “Orang datang ke Magelang belum lengkap kalau belum ke IKM Center. Pola ini yang nanti kami bangun,” tuturnya.

Menurut Aziz, sesuai dengan jargon Kota Jasa, Kota Magelang harus mampu menciptakan produk lokal berdaya saing tingkat nasional dan internasional. Dia pun menginginkan, ke depan setiap RW di Kota Magelang berhasil menciptakan minimal satu produk khas unggulan atau one region one product.

Mengingat upaya tersebut merupakan implementasi dari satu di antara sembilan program unggulan Pemkot Magelang, yakni Magelang Keren (Magelang Entrepreneurship Center). Yang mana di setiap RT di Kota Magelang terdapat minimal satu wirausahawan. “Syukur-syukur bisa lebih,” imbuhnya. (aya/bah)

Magelang