RADAR JOGJA – Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) menggelar reli mobil kuno sekaligus untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota Magelang ke-1116. Kegiatan ini menjadi satu angin segar dan satu upaya membangkitkan sektor pariwisata di Kota Magelang.

Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur berharap, dengan adanya reli ini dapat menambah kebahagiaan dan kesan dari para peserta terhadap Kota Magelang. Tidak hanya baik, tapi juga menyenangkan. Dia menambahkan, persamaan minat terhadap mobil kuno menjadi satu hal yang bisa menyatukan individu dengan latar belakang, rentang usai, juga profesi yang berbeda.

Dari tahun ke tahun, lanjut Mansyur, PPMKI rutin dan selalu berpartisipasi menyemarakkan Hari Jadi Kota Magelang dengan reli mobil kuno. “Saya menyambut baik kegiatan ini, sebab dapat menjadi refleksi indahnya persatuan dan kesatuan di atas keberagamaan dan kebinekaan,” ujarnya saat membuka kegiatan di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu (14/5).

Kegiatan ini diikuti oleh 200 mobil kuno dengan kurang lebih 600 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Mansyur menambahkan, reli mobil kuno dapat memberi gambaran kepada masyarakat mengenai tren perkembangan sejarah otomotif dari masa ke masa.

Selain itu, momen reli mobil kuno ini juga tepat untuk mempromosikan disiplin dan tertib lalu lintas. Para pesertapun diminta menjadi teladan dan pionir untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. “Manfaatkan kegiatan ini untuk berekreasi dan bersilaturahmi serta mempererat ikatan kekeluargaan,” imbuh Mansyur.

Sementara itu, Ketua PPMKI Jawa Tengah Ronny Arifudin mengatakan, lantaran masih dalam situasi pandemi, peserta yang mengikuti reli dibatasi. Dia juga berharap, ke depan, reli mobil kuno ini akan terus diselenggarakan. Selain menjalin silaturahmi, juga ikut mengembangkan Kota Magelang. “Utamanya dalam mempromosikan pariwisata di Kota Magelang,” tuturnya.

Mobil kuno yang digunakan pun beragam. Mulai dari tahun 1958 hingga keluaran terbaru tahun 2000-an. Jenisnya juga bermacam-macam. Mereka mengelilingi Kota Magelang dan berhenti pada pos yang telah disediakan untuk menyelesaikan beberapa pertanyaan yang disiapkan. Setelah berhasil menjawab, peserta dapat kembali lagi menuju Alun-Alun Kota Magelang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Wulandari Wahyuningsih menyebut, dengan adanya para peserta reli dari berbagai daerah di Indonesia, praktis akan menggeliatkan pariwisata di Kota Magelang. Begitu pula dengan hotel-hotel yang ada.

Pasalnya, dalam ketentuan yang ditetapkan, para peserta diwajibkan untuk menginap di hotel di Kota Magelang. Tidak hanya itu, kuliner pun ikut dilirik sehingga perekonomian lebih terangkat. “Mereka stay-nya di sini lama karena sudah datang dari hari Kamis dan pulang Minggu sore,” paparnya.

Wulan mengatakan, para peserta datang dari berbagai daerah. Antara lain, Aceh, Jakarta, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Solo, dan masih banyak lagi. Dengan banyaknya peserta, dapat menjadi alat atau media promosi pariwisata.

Selain itu, membuat keberadaan pariwisata di Kota Magelang lebih tersampaikan. “Bahwa Kota Magelang itu bersih, punya objek wisata. Mudah-mudahan bisa mendukung dari tujuan pariwisata itu sendiri,” tandasnya. (aya/bah)

Magelang