RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berencana menggelar pesta kembang api tepat saat malam takbiran di Alun-Alun Kota Magelang pada Minggu (1/5) mendatang. Rencana ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur dalam melewati pandemi selama dua tahun lamanya.

Acara yang bakal berlangsung selama 15 menit. Penyelenggara mengklaim acara dapat terselenggara dengan aman dan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Meskipun dapat memicu adanya kerumunan masyarakat untuk berbondong-bondong datang menyaksikan.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menuturkan, pesta kembang api ini akan dilangsungkan usai Salat Isya. Anak-anak bisa mengikuti takbiran di Masjid Agung Kauman Kota Magelang. Masyarakat pun diperbolehkan menonton dari jarak dekat, dengan catatan harus mematuhi prokes.

Untuk menyukseskan acara tersebut, Alun-Alun Kota Magelang akan disterilisasi pada Minggu (1/5) pukul 17.00 WIB hingga pagi, menjelang salat Idul Fitri. Kendaraan besar tidak boleh melintas. “Kita sambil mengagungkan kebesaran Allah, kita bisa melewati pandemi, kita bisa merayakan (Idul Fitri, red) sama-sama,” paparnya di TKL Ecopark Kota Magelang, Kamis (28/4).

Terlebih, Kota Magelang telah mendapat penghargaan sebagai kota toleran. Hal ini menambah bentuk rasa syukurnya lantaran masyarakat Kota Magelang dapat hidup berdampingan. Dia juga menekankan agar kebersamaan itu tetap harus dijaga dan meminimalisasi adanya intervensi dari pihak lain.

Dia mengakui, ide membuat pesta kembang api memang terkesan mendadak. Namun, dia juga berpikir, pesta kembang api saat malam takbiran sangat jarang dilakukan. “Ini dari bu Kapolres yang mengusulkan. Biasanya hanya ada saat tahun baru, kalau sekarang kembang api juga ada di Hari Raya,” jelasnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, izin terkait pesta kembang api masih dalam proses. Sebab, yang berhak mengizinkan bukan dari Polres Magelang Kota, melainkan langsung ke Polda Jawa Tengah.

Dia menjelaskan, kegiatan ini sebenarnya untuk mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuat mercon atau petasan rakitan. Karena dia menilai, selama ini, saat perayaan Idul Fitri, banyak masyarakat bahkan anak-anak yang membuat mercon sendiri.

Hal itu dapat berpotensi adanya kejadian yang tidak diinginkan. Seperti kebakaran hingga membahayakan diri sendiri. “Untuk itu, kami memberikan saran kepada Wali Kota dan dia juga ingin ada sesuatu yang berbeda di Kota Magelang setelah dua tahun tidak ada kegiatan apapun saat lebaran,” paparnya.

Nantinya, jika pesta kembang api itu terealisasikan, AKBP Yolanda berharap tidak akan membuat masyarakat berkumpul di satu titik hingga membuat kerumunan. Dia menyarankan agar masyarakat dapat melihatnya dari rumah masing-masing.

Namun, dia tidak menampik bahwa kegiatan itu justru akan mengundang keramaian. “Jadi kami menyarankan agar tetap prokes. Tapi, pesta kembang api ini belum ada izinnya dari Polda. Kita tunggu saja,” sambungnya. (aya/din)

Magelang