RADAR JOGJA – Vaksin Johnson & Johnson produksi Janssen dari Belanda memang telah tiba di Indonesia dan diperuntukkan oleh masyarakat umum. Untuk kali pertama, Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang mendapatkan program vaksin Janssen dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Vaksinasi ini diselenggarakan di Kantor Kecamatan Tempuran, kemarin (3/12).

Kepala Puskesmas Tempuran dr. Yenni Suryaningtyas mengatakan, vaksin Janssen berbeda dengan vaksin lainnya. Vaksin ini menggunakan metode viral vektor. “Cukup istimewa karena hanya satu kali dosis saja,” jelasnya di sela-sela melayani vaksinasi.

Lebih lanjut, dr. Yenni menyebutkan, jumlah vaksin yang diterima sebanyak 1.000 dosis. Semua masyarakat desa di Kecamatan Tempuran telah didata dan sehari sebelum vaksinasi telah mencapai target.

Vaksin Janssen, kata dia, hanya diperuntukkan usia di atas 18 tahun dan tidak sedang hamil yang belum vaksinasi. Namun, sasaran utamanya adalah pra-lansia dan lansia. Pasalnya, mereka masih merasa takut untuk disuntik vaksin dan menganggap hanya di ladang dan rumah saja, tidak berpergian jauh.Vaksin ini memang menjadi jalan agar para lansia mau melakukan vaksinasi. “Sweeping lansia. Karena susah, banyak alasan, dan menganggap tidak perlu vaksinasi,” paparnya.

Efek samping dari vaksin ini sama dengan vaksin lainnya. dr Yenni mengatakan, efeknya sama seperti sinovac. “Bengkak di area suntikan, tidak sampai demam,” ujarnya.

Kepala Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Magelang dr. Retno mengatakan, vaksin ini dinilai lebih efisien dan efektif lantaran hanya disuntikkan satu kali. Tidak perlu mengulang suntikan kedua. Dia melihat, animo masyarakat cukup tinggi. Bahkan, di beberapa daerah ada yang mengantri karena kuotanya habis. “Jadinya masuk daftar tunggu. Kalau sudah ada lagi, mereka akan diberi tahu dan datang langsung ke mobil vaksinasi keliling,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat, menurut dr. Retno, tergantung bagaimana mensosialisasikannya kepada masyarakat. “Tergantung bagaimana cara pendekatannya, dikasih tahu kalau perlu vaksin,” ungkapnya.

Vaksinasi ini, lanjut dr. Retno adalah sebagai upaya untuk mempercepat upaya pencegahan Covid-19, khususnya di Kabupaten Magelang. (cr1/pra)

Magelang