RADAR JOGJA – Setelah lebih dari setahun ditutup, objek wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang akhirnya kembali dibuka. Pembukan ini usai Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Magelang turun menjadi level 2.

Objek wisata tersebut pertama kali dibuka untuk simulasi pada awal Oktober setiap Sabtu dan Minggu. Namun, informasi tersebut belum dipublikasikan secara resmi dan belum ramai pengunjung. Taman ini resmi dibuka untuk umum pada Sabtu (23/10).

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021, Taman Kyai Langgeng juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Hal ini dibuktikan dengan sarana dan prasarana prokes yang memadai. Selain itu, objek wisata ini telah resmi mendapat sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dan menerapkan QR Code PeduliLindungi.

Sejak pertama kali dibuka Sabtu kemarin, total pengunjung di Taman Kyai Langgeng mencapai 8.285 orang. Para pengunjung didominasi dari warga setempat dan se-eks Karesidenan Kedu. “Mungkin ada teman atau tetangganya yang bekerja di sini (Taman Kyai Langgeng), jadinya mereka tahu kalau sudah dibuka,” tutur Marketing Taman Kyai Langgeng Kota Magelang Sulaiman pada Selasa (26/10).

Anak di bawah usia 12 tahun sudah boleh masuk taman dengan syarat didampingi orang tua yang telah vaksin. Sebab, objek wisata ini termasuk wisata keluarga yang menyediakan berbagai wahana untuk anak-anak.
Mulai Senin kemarin, banyak anak-anak sekolah yang berkunjung ke taman dengan luas 27 hektare ini. Hal ini sejalan dengan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang yang disetujui oleh wali Kota Magelang. “Sudah ada jadwalnya. Kemarin SMP N 1 Kota Magelang, hari ini SMP N 2 Kota Magelang,” kata Sulaiman dengan menunjuk anak-anak sekolah.

Jika sebelumnya taman ini dibuka dari pukul 08.00 – 17.00 WIB, sekarang jam kunjungnya dikurangi. Dari pukul 08.00 – 16.00 WIB. Sedangkan harga tiketnya masih sama. Untuk akhir pekan Rp 24 ribu dan hari biasa Rp 30 ribu.

Sulaiman menjelaskan, meski dengan prokes yang ketat, pengelola taman akan terus memantau pengunjung. “Tetap ada petugas yang keliling, terutama mengingatkan kalau ada yang berkerumun,” ujarnya.

Taman ini tidak serta-merta dibuka. Ada dua tahap sebelum tim gugus Covid-19 Kota Magelang benar-benar mengizinkan Taman Kyai Langgeng beroperasi seperti sebelumnya. Pasalnya, Sulaiman mengaku pembukaan kembali taman ini berkaitan dengan orang banyak.

Setelah dibuka, banyak pula para pedagang yang mulai berjualan di sekitar taman. Sulaiman berharap, dengan dibukanya kembali Taman Kyai Langgeng dapat mengangkat perekonomian di Kota Magelang. “Harapannya, ada pengunjung, ada pendapatan,” sambungnya. (cr1/din)

Magelang