RADAR JOGJA – Istilah eduwisata sudah tidak asing lagi di Indonesia. Tepatnya, kegiatan rekreasi yang dikemas dengan berbagai aktivitas pendidikan. Kegiatan tersebut juga dicanangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang dan disetujui Wali Kota Magelang.

Tempat wisata sasarannya di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang. Taman yang baru dibuka Sabtu (23/10) lalu ini menjadi destinasi wisata sekaligus tempat edukasi untuk siswa sekolah dasar dan menengah di Kota Magelang.

Setiap Senin hingga Jumat, akan ada para siswa dari sekolah-sekolah yang berkunjung ke taman tersebut. “Di taman ini ada sekitar 128 tanaman langka. Sehingga bisa jadi pilihan untuk outdoor activity,” kata Marketing Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Sulaiman kemarin (26/10).

Sulaiman mengaku, banyak pengunjung yang berasal dari kalangan sekolah. Tapi, untuk masuk ke taman, Sulaiman menjelaskan akan dibagi beberapa kelompok. Tidak masuk secara bersamaan. Tujuannya agar tidak menimbulkan kerumunan. “Kalau satu sekolah seumpama ada 700 siswa, nanti dibagi beberapa kelompok. Misal, kelompok 1 ada 250 siswa, kelompok 2 ada 250, dan kelompok terakhir 200 siswa,” ujar Sulaiman.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Magelang Sugiyarti membenarkan adanya eduwisata di Taman Kyai Langgeng. Ia mengatakan, selain untuk rekreasi di luar sekolah, kegiatan tersebut juga dapat menghidupkan kembali Taman Kyai Langgeng yang sebelumnya ditutup.
Selain itu, kompetensi siswa yang didapat akan lebih bermakna daripada sebatas teori di sekolah. “Anak-anak dapat menikmati suasana sekaligus menghidupkan kembali Taman Kyai Langgeng,” ujar Sugiyarti.

Semua SD dan SMP di Kota Magelag akan mendapatkan giliran masing-masing. Sugiyarti menjelaskan, untuk tahap awal dimulai dari SMP. “Untuk SD kemungkinan setelah Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), tujuannya agar mereka bisa fokus ke ANBK dulu,” tambahnya.

Dana yang digunakan untuk kegiatan ini berasal dari dana operasional sekolah (BOS). Disdikbud tidak mengharuskan semua kelas dapat mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya, setiap sekolah memiliki anggaran yang berbeda. Sehingga, untuk kegiatan ini disesuaikan dengan alokasi dana yang ada di sekolah. (cr1/bah)

Magelang