RADAR JOGJA – Pengedar narkotika golongan 1 jenis ganja berhasil dibekuk oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, BNN Kabupaten Magelang, dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya abean (KPPBC TMP) A Semarang. Pelaku berinisial ATC, alias Cepot ditangkap saat transit di sekitar terminal Secang pada Selasa (14/09) lalu.

Kasus terungkap dari laporan masyarakat yang curiga dengan penumpang pada salah satu kendaraan umum. Selanjutnya, tim gabungan bergerak cepat ke lokasi dan berhasil menghentikannya. Setelah digeledah, ATC positif membawa ganja.

Dari penggeledahan tersebut, ditemukan barang bukti berupa 16 paket berisi ganja yang dibungkus dengan lakban. Narkotika tersebut dibawa menggunakan tas ransel besar berwarna biru dengan total 19,3 kilogram.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka diperintah oleh Agus Santoso. Narapidana yang sedang menjalani hukuman seumur hidup di Lapas Kelas IIA Banyuasin, Sumatera Selatan. Pelaku, diperintahkan untuk mengambil ganja di Takengon, Aceh Tengah dengan iming-iming Rp 800 ribu. “Agus ini tidak jera. Ia bisa mengendalikan Cepot untuk tetap mengedarkan ganja,” pungkas Cahyo Purwoko, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah dalam konferensi persnya pada Kamis (21/10).

Cahyo mengaku, dari jumlah ganja yang disita, kemungkinan besar masih ada pengedar narkotika lain di wilayah Magelang. Tim gabungan masih terus mengembangkan kasus ini agar bisa ditemukan kembali. “Belum diungkap secara lengkap. Masih penyidikan. Tidak menutup kemungkinan, Magelang bisa jadi pusat pengedaran ganja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 2020, ditemukan peningkatan kasus sebanyak 1.875. Dalam enam bulan terakhir, sudah ada 1.039 kasus. Tahun ini, Cahyo menyebutkan, jumlah ganja yang disita lebih banyak dari tahun lalu. “Itu masih belum dijumlahkan sampai Desember,” tutur Cahyo.

Selama pandemi, para pengedar narkotika banyak yang memanfaatkan wabah tersebut. Menurut Cahyo, mereka berpikir para aparat sibuk dan fokus terhadap penanganan pandemi. Sehingga ,dimanfaatkan dengan melaksanakan pengedaran besar-besaran. “Perlu adanya sinergi dari seluruh elemen masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila ditemukan dugaan pengedaran narkotika di mana pun,” kata Cahyo.

Ironisnya, banyak yang menggunakan modus baru meski penjagaan sudah diperketat. Mulai dari dicampur dengan makanan hingga pelemparan dalam lapas.

Selain itu, BNN Provinsi Jawa Tengah dan BNN Kabupaten Magelang juga akan memusnahkan barang bukti lainnya dari kasus yang berbeda. Berupa sabu-sabu sebanyak 100 gram.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengatakan, peran serta pemerintah daerah dalam menanggulangi peredaran narkotika telah dilakukan melalui BNN Kabupaten Magelang. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkotika. Utamanya kepada kalangan remaja, pemuda, dan generasi penerus bangsa.

“Kami berharap generasi muda saat ini setidaknya bisa menjauhi barang haram itu. Karena tidak ada manfaatnya, bahkan bisa merusak pikiran maupun fisik para generasi penerus,” papar Adi. (cr1/bah)

Magelang