RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) bekerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan dan fungsi lembaga sesuai kewenangan masing-masing.

Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto mengatakan, kerja sama tersebut juga dalam rangka mewujudkan tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan praktik kerja lapangan, magang, bimbingan teknis, penelitian mahasiswa dan dosen, serta pengabdian kepada masyarakat. “Selain itu untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa,” ujarnya usai penandatanganan MoU Polbangtan YoMa-BBIB Singosari, Senin (21/6/2021).

Sebagai lembaga pendidikan vokasi, Polbangtan YoMa berupaya menciptakan sebanyak mungkin petani milenial. Supaya setelah lulus mereka menjadi sosok yang siap kerja di bidang pertanian. Atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sebagai agropreneur.

Hal itu sejalan dengan semangat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang bertekad menciptakan jutaan petani milenial. “Indonesia membuka banyak peluang bisnis pertanian/peternakan yang luas untuk digarap kaum milenial. Makanya keberadaan petani milenial sangat dibutuhkan untuk memajukan sektor pertanian,” paparnya belum lama ini.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.
Menurutnya, Indonesia butuh milenial untuk meneruskan tongkat estafet petani-petani usia tua. “Sektor pertanian butuh semangat muda dan gagasan kreatif yang maju dan modern,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Kresno Suharto menyambut baik rencana kehadiran mahasiswa dan dosen Polbangtan YoMa untuk kegiatan bimtek, penelitian, atau magang sesuai kualifikasi masing-masing. “Kami siap memfasilitasi sarana prasarana da sumber daya yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut,” ucapnya.(*/yog)

Magelang