RADAR JOGJA – Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang digerakan Kementerian Pertanian terbukti mampu menciptakan petani-petani milenial sukses.

Salah seorang di antaranya Retno Asih. Alumnus Politeknik Pembangunan Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Jurusan Peternakan itu kini telah menjadi wirausahawan muda pertanian milenial. Rerno mengembangkan bisnis telur bebek.

Usaha yang dinamai “Sanggarendog” dimulai sejak Retno masih berstatus mahasiswa. Hingga kini dia masih terus mengembangkan inovasi produk berupa telur asin, telur asin asap, dan kerupuk telur asin.“Setelah lulus dari Polbangtan tahun lalu (2020, Red) saya melanjutkan usaha Sanggarendog. Saat momen Lebaranlalu bisa menjual 7 ribu butir telur asin,” ujarnya.

Selain mendapat keuntungan dalam usaha telur asin ini, Retno terus berupaya agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Yakni dengan menjadi job creator.

Dia mengajak kelompok peternak itik di Magelang dan Klaten sebagai pemasok telur bebek untuk usahanya. Retno juga melibatkan warga sekitar tempat tinggalnya untuk berusaha bersama mengolah telur bebek menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi.

Itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. “Saat ini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi milenial,” ungkap Mentan.

Dalam berbagai kesempatan SYL tak henti mendorong para mahasiswa Polbangtan untuk andil membangun pertanian Indonesia dengan terjun langsung pada sektor pertanian. “Polbangtan perlu menciptakan mahasiswa tangguh yang mampu menjadi pelaku usaha pertanian. Kalianlah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan,” tutur SYL.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) KementanDedi Nursyamsimenegaskan, saat ini Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian. “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial dengan kreativitas dan inovasi mereka.Sehingga pertanian kedepan menjadi lebih modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berorientasi ekspor,” paparnya. “Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” sambung Dedi.

Dedi menambahkan, mahasiswa perlu dididik dan dipersiapkan menjadi agripreneur sekaligus menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian.Melalui PWMP, generasi milenial diberikan wadah menuangkan kreativitas dan inovasi untuk memajukan sektor pertanian modern

Sementara itu, Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto mengaku bangga pada para alumninya yang gigih menjadi petani milenial dan menggerakkan para petani/peternak di daerah masing-masing untuk terus membangun pertanian. “Dari anak muda seperti merekalah pertanian/peternakan Indonesia bisa semakin maju,” tegasnya.

Untuk menghasilkan bibit-bibit agripreneur di Indonesia, lanjut Bambang, salah satunya bisa melalui program PWMP Kementan.(*/yog)

Magelang