RADAR JOGJA – Program Food Estate yang digagas Kementerian Pertanian RI selama kurang lebih dua tahun telah memberikan dampak positif bagi petani. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bertekad memaksimalkan semua lini demi optimalisasi pendampingan petani di kawasan Food Estate Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. Salah satunya lewat pembentukan iim pendampingan/detasering food estate. “Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya. Sehingga mereka dapat bekerja optimal,” ujar SYL, sapaan akrab menteri pertanian. Hal tersebut disampaikan pada acara pembekalan umum dan pelepasan tim pendamping petani di area pengembangan kawasan food estate di kantor pusat Kementan, Jakarta.

Dengan kompetensi tersebut, lanjut SYL, para pendamping akan memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate. Baik untuk budidaya, penggunaan alsintan, dan penanganan panen serta pasca panen.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr menyatakan, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan untuk mendukung gerakan pendampingan petani di lokasi food estate. Di antaranya dengan menggelar pembekalan umum bagi tim pendamping yang telah dibentuk oleh Kementerian Pertanian.

Pembekalan bertujuan meningkatkan motivasi dan etos kerja pelaksanaan tugas pendampingan. Juga meningkatkan pengetahuan teknis dari produksi hingga pascapanen dan pemasaran. Serta meningkatkan wawasan peserta tentang inovasi teknologi dan dalam dalam penguatan kelembagaan ekonomi petani. “Dan yang terpenting meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program food estate,” ungkap Dedi.

Pada periode Maret-Juni 2021 sebanyak 70 orang tenaga fungsional telah diterjunkan untuk mengawal secara insentif jalannya program food estate. Mereka terdiri atas para peneliti, penyuluh pusat, widyaiswara, dosen, pengawas benih tanaman, litkayasa, pengamat organisme pengganggu tanaman dan fungsional umum lainnya.

Terpisah, Direktur Polbangtan Yoma Dr Bambang Sudarmanto SPt MP berkomitmen mendukung penuh program food estate. Polbangtan YoMa juga ikut mengirim salah seorang dosen ahli menjadi bagian dari tim pendamping petani di food estate. Itu sebagai wujud kontribusi Polbangtan YoMa demi suksesnya program food estate di Kalimantan Tengah. “Sebagai bagian dari Kementerian Pertanian tentunya kami siap mendukung kesuksesan program tersebut,” ujarnya.

Suharno, dosen Polbangtan YoMa, telah diterjunkan dalam program food estate di Kabupaten Pulang Pisau sejak Maret 2021. Sebagai tim detasering dia memiliki lima tugas utama. Pertama, mengawal jalannya program dan penyaluran kebutuhan saprodi dengan baik. Kedua, harus mampu mengidentifikasi masalah pertanian di lahan sekaligus mencari solusi pemecahannya. Ketiga, mengoptimalkan fungsi sosialisasi dan advokasi program food estate. Keempat, mengadakan koordinasi dan pertemuan rutin dengan berbagai pihak. Kelima, wajib berkoordinasi dan berkonsultasi dengan panitia.

Program food estate komoditas padi di Kalimantan Tengah dinilai cukup berhasil. Tercatat pada masa panen 2020 produktivitas di lahan food estate mencapai 5 ton per hektare. Capaian tersebut sudah melampaui rata-rata produktivitas padi setempat yang biasanya kurang dari 4 ton per hektare.
Dengan status food estate, kawasan itu secara langsung mendapatkan pendampingan dan bantuan mekanisasi pertanian. Sehingga efisiensi produksi bisa ditingkatkan dengan hasil yang lebih optimal.(*/yog)

Magelang