RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) terus memperkokoh status sebagai institusi pendidikan vokasi.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi mahasiswa, Polbangtan YoMa memperbanyak kegiatan lapangan yang dibutuhkan dunia kerja. Salah satunya melaksanakan sertifikasi bidang inseminasi buatan (IB) yang professional dan berdaya saing.

Program tersebut sebagaimana terus digelorakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menciptakan jutaan petani milenial. Pun demikian dalam merealisasikan program-program Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang digawangi Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr.

Kegiatan sertifikasi IB dilaksanakan 27 – 30 April. Diikuti 27 mahasiswsa Prodi Teknologi Produksi Ternak, yang semuanya sudah terlatih untuk praktik IB.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Bambang Sudarmanto SPt MP hadir pada acara tersebut sekaligus membuka acara. Turut hadir perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Lidia Sp MM dan tiga orang asesor bidang IB yg ditugaskan oleh LSP.

TINGKATKAN KOMPETENSI: Direktur Polbangtan YoMa (tengah) saat membuka kegiatan uji sertifikasi inseminasi buatan bagi mahasiswa Prodi Teknologi Pakan Ternak.(POLBANGTAN YOMA FOR RADAR JOGJA)

Bambang mengatakan, sertifikasi mahasiswa berperan penting dalam mewujudkan lulusan yang mempunyai hardskill dan softskill yang mumpuni. “Berbekal sertifikasi ini para mahasiswa setelah diharapkan mampu menjadi inseminator andal dan professional ketika mereka lulus kelak,” tuturnya.

Pelaksanaan sertifikasi IB meliputi beberapa tahapan. Ujian tertulis, wawancara, demonstrasi, dan observasi lapang di kandang ternak di sepuluh lokasi wilayah Kabupaten Magelang. Di antaranya, Podosuko, Soronalan, dan Wonolelo. Ketiganya masuk wilayah Sawangan. Selain itu sertifikasi IB digelar di Bateh, Candimulyo dan Mangunrejo, Tegalrejo. Juga di wilayah Kecamatan kajoran, Borobudur, Dukun, dan Kaliangkrik.

Dengan observasi lapangan, lanjut Bambang, para mahasiswa bisa sekalian belajar langsung dari inseminator sesuai kondisi lapangan yang sesungguhnya. “Hasil uji sertifikasi ini sangat mengagumkan. Semua peserta dinyatakan kompeten untuk skema inseminasi buatan.(*/yog)

Magelang