RADAR JOGJA – Tren ikan hias di Kota Magelang meningkat selama pandemi. Kendati begitu, permintaan ikan hias di pasaran stagnan.

“Sebab, banyak penghobi yang beralih jadi petani ikan hias,” ungkap Petrus salah seorang pedagang ikan hias asal Muntilan, Kamis (5/11).

Menurutnya, volume penjualan meningkat 100 persen. Tetapi serapan pasaran tak berubah justru serapan di pasar ikan melemah. Hal itu lantaran banyak penghobi yang turut berbisnis ikan. Bahkan bermunculan toko baru di Kota Madya Magelang.

“Ada delapan toko baru. Mereka juga berjualan ikan. Ada juga yang berjualan melalui online,” katanya.

Adapun ikan yang saat ini sedang tren yaitu akuascape, ikan galak, koki, cupang dan guppy. Ikan lou han masih diminati tetapi peminatnya mulai berkurang.

Dikatakan, tren ikan ini tidak berpengaruh pada harga ikan. Hal itu karena minimnya kompetisi di tengah pandemi. Dikatakan, stok ikan koki sempat menurun lantaran banyak telur yang tidak meretas.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Eri Widyo Saptoko mengatakan, Kota Magelang sebagai daerah pemasaran market shared. Menurutnya, saat ini permintaan komoditas ikan hias tersebar di pasar lokal maupun luar daerah. Pasar ikan hias Sasana Mina Kota Magelang merupakan pasar ikan hias terbesar di wilayah kedu.

“Peran pemerintah melalui dinas pertanian, mencoba mendorong tren ini dgn memfasilitasi berupa pelatihan ikan hias, fasilitasi lomba ikan hias, cupang hias,” katanya. (mel/bah)

Magelang