RADAR JOGJA – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang selama pandemi Covid-19 berkurang. Stok darah sejak Maret hingga Oktober fluktuatif di bawah target yakni 1.400 kantong per bulan.

Kabid Pelayanan Darah PMI Kota Magelang Doni Firmansyah mengatakan, saat ini PMI hanya mampu mengandalkan pendonor yang datang langsung ke gedung PMI. Sebab, aktivitas mobiling (mobil keliling) belum berjalan optimal. Paling banter mendapat 1.250 kantong. “Itu pada September kemarin. Kalau Oktober ini diperkirakan pendonornya naik,” kata Doni di kantornya (21/10).

Pada bulan ini sudah dua kali dilakukan mobiling di ruang publik. Hasilnya, mendapat tambahan sebayak 70 kantong.  Mobiling saat ini masih terbatas. Tidak setiap hari dilakukan mobiling. Padahal jika hari normal bisa dilakukan di dua sampai tiga tempat per hari. Namun demikian, stok darah masih mampu mengcover kebutuhan darah di rumah sakit (RS). Darah akan didistribusikan ke RS Tidar dan di beberapa RS di Temanggung.

Dia menyebut, golongan darah B saat ini paling minim dan paling banyak dibutuhkan. Per bulan ini stok darah B mencapai 85 kantong, Golongan darah O sebanyak 99 kantong. “Golongan darah A 120 kantong dan AB ada 54 kantong. Biasanya AB paling banyak,” katanya.

Menurutnya, selain karena faktor minimnya pelayanan mobiling, penurunan pendonor dikarenakan adanya perasaan takut dan cemas terhadap persebaran Covid-19. Pihaknya berharap masyarakat tergugah untuk mendonorkan darahnya meski di tengah situasi pandemi. “Tidak perlu khawatir karena kami  lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya. (mel/laz)

Magelang