RADAR JOGJA – Keindahan alam pegunungan di Kabupaten Magelang kini jadi buruan wisata di tengah pandemi Covid-19. Selain di Kaliangkrik  dengan Nepal Van Java dan Bukit Silancur, kini giliran Dusun Nampan, Sukomakmur, Kajoran, merintis Watu Susu.

Selain menghadirkan keindahan alam berupa hamparan lahan pertanian loncang, kentang dan lobak di lereng Sumbing, keunikan lain adalah cerita legenda Watu Susu dan Watu Jonggol. Wisata ini berjarak sekitar dua sampai tiga kilometer dari lokasi perukiman warga.

Tapi lokasi ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.  “Ada 150 KK yang terlibat dalam rintisan wisata ini,” ungkap  Sutanto, warga sekitar sekaligus pengelola wisata.

Semua warga yang mayoritas petani, kini turut bergerak mengembangkan lahan pertanian, sekaligus tempat wisata. Pengembangan wisata diinisiasi Kelompok Tani Ngudi Tani di Dusun Nampan.

Mulai dirintis sejak Awal September lalu, warga belum mengenakan tiket. Hanya saja warga memulai menyediakan jasa antar jemput alias ojek. Lantaran jalanan yang sempit dan sedikit curam menuju lokasi Watu Susu sebagai puncaknya, diperlukan trail track dan keahlian yang memadahi.

Pengelolaan wisata diperlebar dengan swadaya warga mendirikan gajebo dan spot selfie menarik. Warga berharap ke depan pengembangan wisata ini berhasil dan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kendati begitu, untuk menekan persebaran Covid-19, pihaknya akan memperketat Protokol Kesehatan.

Ketua Pengelola Watu Susu Rini mengatakan, pihaknya masih menggodok formulasi pengelolaan wisata di tengah pandemi. Rencananya akan dibuka pada hari Sabtu dan Minggu dengan pembatasan kunjungan dan memperketat protokol kesehatan (prokes).

Mengingat akses jalan yang  sempit yang merupakan jalan penghubung perkampungan  dan akses pertanian. Dengan meliburkan pertanian pada saat week end diharapkan mampu mencegah kemacatan.

“Sebab setiap hari ada kunjungan. Jika dibiarkan dapat mengganggu akses pertanian,” katanya. Dia menyebut, kunjungan wisata Watu Susu mencapai Ratusan dan di dominasi pelancong  luar daerah. Ada dari Jogja, Solo, Boyolali, bahkan Banjarmasin.

Upaya warga pun mendapatkan apresiasi anggota DPR RI Dapil 6 Jateng Evita Nursanty. Di sela kunjungnya ke lokasi Sabtu (3/10), dia mengatakan, selain memiliki potensi besar di sektor pertanian sayuran, wilayah ini sangat berpotensi dikemas menjadi lokasi wisata.

“Ini paket komplet, luar biasa,” ujarnya. Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan pemkab terkait akses pertanian sekaligus wisata yang belum merata di lokasi itu. (mel/laz)

Magelang