RADAR JOGJA – Pemukiman di lereng pegunungan rawan tertimpa bencana longsor. Untuk itu, pemkab mendorong petani yang tinggal di kawasan lereng untuk aktif menanam tanaman yang bermanfaat mencegah longsor.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Konservasi Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (PKKLH DLH) Kabupaten Magelang, Eko Widi Hermanto menjelaskan, untuk mencegah longsor, masyarakat perlu menanam rumput kolonjono. Rumput ini sangat efektif menahan tanah. Selain itu, rumput ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak. “Agar tanah di lereng sana tidak menjadi bidang luncuran,” jelas Eko Minggu  (6/9).

Dijelaskan, air saat berada pada posisi miring, akan bergerak terus. Ketika ada penahannya, akan bertahan. Lahan yang miring ditanami rumput untuk menahan terjadinya erosi.

Ketika air turun ke bawah tertahan oleh tanaman. Rumput, jelasnya, dapat memicu terbentuknya terasering secara alami. ”Tanah tidak akan longsor begitu diguyur air hujan,” jelasnya.

Dikatakan, di kawasan Kabutapen Magelang, menanam rumput di daerah Sumbing belum seoptimal seperti di Merbabu. Kesadaran menanam rumput di kalangan petani di lereng Gunung Sumbing belum terbentuk. ”Sebab kebanyakan mereka tidak memiliki ternak,” katanya.

Di Merbabu, sebutnya, setiap rumah memiliki ternak. Sehingga, masyarakat terdorong untuk menanam rumput. ”Di daerah Ngablak sudah bagus,” jelasnya.

Bahkan, untuk keperluan pemupukan, di lereng Gunung Sumbing pupuk kandang didatangkan dari bawah. Padahal mereka bisa dapat sendiri kalau punya ternak. ”Kalau punya ternak tertarik menanam rumput,” jelasnya. (asa/bah)

Magelang