RADAR JOGJA – Direktur Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Ardi Praptono SP MAgr dan jajarannya melaksanakan kegiatan monitoring dan koordinasi dengan penyuluh dan koordiantor BPP Kajoran, Kabupaten Magelang, Kamis (6/9/2020).

Kehadiran Ardi untuk menggali informasi dan data terkait laporan utama program strategis Kementerian Pertanian. Sekaligus meninjau Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), dan mengikuti kegiatan penyerahan bibit dan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kopi dari Kementan di Dusun Tledok, Sidorejo, Kajoran.

Turut hadir dalam kesempatan itu sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Cicilia Sunarti dan jajarannya, Kasubdit Gangguan Usaha, DPI, dan Pencegahan Kebakaran Ir Iswanto MM), Kasie DPI Dwimas Suryanata SH MH, Kadinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Ir Romza Ernawan MSi, Camat Kajoran Nur Iman SSos), serta Danramil Kajoran, Kapolsek Kajoran, koordinator dan penyuluh BPP Kecamatan Kajoran.

Juga kepala Desa Sidorejo, Kajoran dan jajarannya, kepala Dusun Tledok Sidorejo, anggota KT Rejo Mulyo III dan KWT Karya Mandiri, dan LO BPP Model Kostratani Kajoran/Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Pobangtan YoMa) Sunardi SPt MMA.

Dalam sambutannya, Ardi Praptono mengungkapkan, penyerahan bantuan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kopi tersebut diberikan dalam rangka dukungan pemerintah terhadap kelompok yang mayoritas anggotanya menanam kopi. “Itu agar nantinya kopi yang dijual sudah dalam bentuk olahan (kopi bubuk dalam kemasan, Red). Sehingga nilai jual kopi bisa meningkat,” tuturnya.

Monitoring di Kelompok P2L Kajoran (Sunardi) Magelang. (Polbangtan YoMa)

Selain itu, untuk meningkatkan hasil produk pertanian dibutuhkan sumber daya manusia yang kuat dan mandiri. Hal itu sebagaimana sering diserukan Kepala Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr kepada para penyuluh pertanian.

Menurut Dedi, untuk membangun pertanian yang hebat dan modern sekali pun tidak akan ada artinya jika tidak ada penembaknya atau SDM-nya. “Para penembak itu adalah penyuluh dan petani, yang harus bergerak terus dalam pembangunan pertanian, melalui BPP Model Kostratani,” tegasnya.(*/yog)

Magelang