RADAR JOGJA – Menjelang Pilkada Kota Magelang, bawaslu Kota Magelang punya pekerjaan tambahan. Yaitu memastikan pelaksanaan kampanye menerpakan protokol kesehatan.

Ketua Bawaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu menjelaskan, pihaknya akan mengawasi penerapan protokol kesehatan pada kampanye dengan pengumpulan massa. Hal ini sesuai dengan PKPU No. 6 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non-Alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). “Tidak hanya tahapan tapi juga protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran korona,” jelasnya Selasa (1/9).

Kampanye di masa pandemi tidak jauh berbeda dengan kampanye di masa normal. Mulai dari pertemuan terbatas, tatap muka, penyebaran bahan kampanye, sampai pemasangan alat peraga kampanye. Hanya saja, berbagai kegiatan yang dilakukan harus menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya akan turun langsung untuk memantau protokol kesehatan diterapkan. Mulai dari fasilitas cuci tangan, pengukuran suhu, mengenakan masker, dan jaga jarak harus dilakukan. Untuk dapat menjaga jarak, penyelenggara harus membatasi sampai 50 persen dari total kapasitas tempat kampanye berlangsung.

Ia pun menegaskan tetap melarang konvoi di jalan-jalan. Sebab, hal ini termasuk mengganggu ketertiban umum. “Dari dulu pun terkait arak-arakan memang tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Untuk langkah awal, pihaknya melakukan himbauan kepada partai politik untuk melaksanakan protokol kesehatan di tiap kegiatan. Ia pun tidak segan untuk menegur jika didapati kegiatan kampanye yang abai terhadap protokol kesehatan. “Nanti akan kami tegur,” jelasnya.

Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto menambahkan, Bawaslu saat ini memang memiliki kewenangan untuk mengawasi kegiatan kampanye dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. “Setiap kegiatan kampanye harus berpedoman pencegahan Covid-19. Jumlahnya separuh dari kapasitas ruangan. Harus disterilkan dulu. Cuci tangan, pakai masker, pengukuran suhu,” jelasnya. (asa/pra)

Magelang