RADAR JOGJA – Proyek bedah Menoreh akan berlangsung pada 2021 mendatang. Bedah Menoreh sebagai akses jalan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita menjelaskan, awalnya proyek bedah Menoreh ditarget berjalan tahun ini. Akibat Covid-19, anggaran digunakan untuk menangani Covid-19. ”Pada 2021 start membangun,” jelasnya Kamis (27/8).

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan desain yang perlu diperbaiki. Hal ini perlu dilakukan agar pembangunan dapat berjalan lancar. Pihaknya, saat ini sedang mempersiapkan detail engineering design supaya bisa mengerjakan pembangunan dengan sebaik-baiknya.

Dijelaskan, hal pertama yang dilakukan yakni memperbaiki jalur jalan agar kendaraan berat bisa masuk ke dalam kawasan. “Lalu kami akan membangun infrastruktur dasarnya. Dengan demikian investor bisa membangun dengan nyaman,” paparnya.

Akan ada dua jalur yang dikembangkan. Di antaranya dari Sedayu dan Pasar Plono. Masing-masing jalur yang akan dikembangkan sekitar 6 km. “Untuk yang dari Sedayu itu agak terjal jadi perlu penanganan khusus. Masuk ke dalam nanti ada jembatan dulu nanti baru infrastruktur ke dalam yang dilakukan oleh BOB,” tuturnya.Total anggaran untuk membangun seluruh kawasan yang di bawah kewenangan BOB mencapai Rp 1 triliun lebih.

Selain infrastruktur akses jalan, rencananya dibangun 1.200 kamar hotel untuk mendukung kebutuhan pariwisata di kawasan Borobudur. Hotel ini akan melengkapi 50 glamorous camping (glamping) yang sudah dibangun. Pembangunan akan dilakukan bertahap sampai 2025 mendatang.

Kawasan yang akan dibangun glamping mencapai 309 hektar. Lahan tersebut terdiri dari tiga kabupaten, yakni Kulonprogo, Purworejo, dan Magelang. Ia berharap proyek ini bisa mendatangkan dampak positif bagi perekonomian di Jateng dan DIJ. (asa/bah)

Magelang