RADAR JOGJA – Saat ini pemerintah kota Magelang tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota yang akan mengatur adaptasi kebiasaan baru. “Semua kegiatan dipantau. Kami membuat satgas sampai di tingkat kelurahan,” jelas Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono saat dihubungi Minggu (9/8).

Semua masyarakat yang akan melakukan kegiatan dengan pengumpulan masa diwajibkan melapor. Hal ini demi mempermudah pihaknya dalam melakukan pengawasan. “Kalau sudah laporan kami lakukan simulasi,” jelasnya.

Simulasi dilakukan mulai dari tahapan awal peserta datang sampai selesai pelaksanaan. Setiap peserta wajib mengenakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak selama kegiatan berlangsung. “Setelah sesuai dengan protokol kesehatan nanti pada saat pelaksanaan ada satgas yang mengawasi,” jelasnya.

Selain itu, akan ada pengawasan di tiap klaster. Misalnya, klaster perbelanjaan dan pusat kuliner diawasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan klaster perkantoran diawasi oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP).

Lalu untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bergerak di bidang pelayanan seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) , Kelurahan, Kecamatan, akan dibuat sekat-sekat sebagai bagian dari protokol kesehatan.

Dia pun beberapa kali masih menemui orang-orang yang mengabaikan protokol kesehatan. Ia berharap dengan adanya peraturan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebab, tanpa kesadaran sulit menekan penyebaran. “Kami di lapangan masih prihatin. Yang protokol kesehatan masih ada yang nyepelekke,” jelasnya. (asa/bah)

Magelang