RADAR JOGJA – Jajaran Reskrim Polres Magelang berhasil mengungkap kasus penemuan mayat di Sungai Progo. Korban ternyata meninggal dunia akibat dikeroyok empat orang. Pengeroyokan dilakukan lantaran korban tidak mampu bayar utang.

Empat pelaku yakni Tiyo Budi Prasetyo, 31; Reza Dwi Darmawan, 20; Ahmad Nanang Setyanto, 35; dan Risky Aries Wicahyo, 35. Polisi langsung memburu. Mereka sempat melarikan diri ke Bogor, Jawa Barat.

Tiyo dan Reza berhasil ditangkap terlebih dahulu. Sedangkan Ahmad dan Risky sempat melarikan diri.

“Sesampainya di sana kami berhasil menangkap mereka di rumah kontrakan,” jelas Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko saat jumpa pers di Mapolres Magelang Kamis (9/7).

Polisi brhasil mengungkap kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait penemuan mayat di Sungai Progo pada Sabtu (6/6). Tepatnya, di Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. “Kami dari kepolisian dan BPBD melakukan evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi kami visum,” ungkapnya.

Polisi segera menyelidiki. Polisi menemukan ada beberapa kejanggalan. Di antaranya, terdapat luka memar akibat pukulan benda tumpul dan luka sobek akibat sayatan benda tajam di tubuh mayat tersebut.

“Kami melakukan otopsi dengan persetujuan keluarga. Kondisi mati lemas. Jadi, pada saat ke sungai, posisi korban masih hidup,” papar Hadi.

Para pelaku mengeroyok korban lantaran korban tak kunjung membayar utang kepada salah seorang tersangka. Awalnya korban meminjam kamera. Namun, saat ditagih ternyata kamera tersebut sudah tidak di tangannya. Korban berjanji mengganti dengan uang senilai Rp 500 ribu. Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati. (asa/amd)

Magelang