RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif virus korona (Covid-19) kembali muncul di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Seorang laki-laki berusia 68 tahun terkonfirmasi positif virus korona pada 7 Juli.

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi menjelaskan, pasien tersebut sering membeli barang dagangan di Pasar Borobudur. Para pedagang pasar itu yang diperkirakan melakukan kontak dengan pasien tersebut diminta mengikuti dilakukan rapid diagnostic test Kamis (9/7).

Kepala Pasar Borobudur Agus Salim menjelaskan, sebanyak 150 sampel diambil untuk dilakukan tes. Sasaran tes di antaranya penjual sembako, pedagang daging ayam, dan tukang parkir.

“Sering kulakan di situ. Lalu beli daging ayam untuk keperluan sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, kembali munculnya kasus positif virus korona tak membuat objek wisata Candi Borobudur ditutup. “Itu kan di luar kita. Itu bukan terjadi dalam,” jelas Sekretaris Perusahaan PT TWC Borobudur Prambanan Ratu Boko Emilia Eny Utari saat ditemui kemarin.

Pengelola TWC tetap mengajukan izin operasional penuh setelah sebelumnya berstatus uji coba. Jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan. “Kami minta buka operasional dengan penambahan secara bertahap,” jelasnya.

Selama dua pekan terakhir Candi Borobudur telah dibuka dengan pembatasan maksimal 1.500 pengunjung. Jumlah pengunjung pada hari biasa berkisar dua ratus orang. Sedangkan pengunjung pada akhir pekan mencapai sekitar 900 orang.

“Selama dua minggu sudah menjalankan protokol. Kami berusaha memaksimalkan kondisi yang ada dengan tetap menjaga kehati-hatian,” ungkap Emilia. (asa/amd)

Magelang