RADAR JOGJA – Dampak pandemi virus korona (Covid-19) dirasakan pengelola Taman Kyai Langgeng di Kota Magelang. Terhitung sejak Maret lalu, objek wisata yang dikelola Pemkot Magelang ini kehilangan sekitar separo dari pemasukan saat kondisi normal.

Kehilangan pemasukan dikarenakan objek wisata ini tidak buka saat libur sekolah dan lebaran lalu. “Nilainya kurang lebih Rp 7 miliar sampai Rp 9 miliar,” jelas Direktur Utama Taman Kyai Langgeng Edy Susanto saat dihubungi Selasa (30/6).

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 praktis tidak ada pemasukan. ‚ÄĚTarget pendapatan memang perlu digaris bawahi, pendapatan kita itu (hilang) pada waktu ramai sebetulnya. Maret-April itu liburan sekolah. Terus masuk puasa libur, masuk Idulfitri. Hampir terkuras lima puluh persen,” ungkapnya.

Edy menyatakan, pihaknya akan berusaha mengejar kembali pemasukan. Caranya denan membuka objek wisata ini dengan meneraokan protokol kesehatan. Pengunjung diwajibkan memakai masker, cuci tangan sebelum masuk, dan jaga jarak.

Berbagai fasilitas telah disiapkan. Termasuk lima puluh tempat cuci tangan. Petugas dan pedagang juga diwajibkan mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan.

Tim kesehatan mengenakan alat pelindung diri lengkap. Mereka disiagakan untuk menangani keadaan darurat.

Edy yakin target yang dicanangkan dalam APBD Perubahan Kota Magelang bisa dikejar. Momentum libur Natal dan tahun baru pada November hingga Desember mendatang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan. “Insyaallah di perubahan targetnya akan lebih baik. Kurangnya, targetnya kurang lebih lima puluh persen hilang. Jadi, dari 624 ribu orang (pengunjung), target kita sekitar 310 ribu orang. Secara nilai Rp 10 miliar,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang