RADAR JOGJA – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona (Covid-19) di Kabupaten Magelang terus melonjak dalam rentang sepekan seminggu terakhir. Tercatat sebanyak 36 orang masuk dalam PDP mulai 16 sampai 23 Juni. Totalnya menjadi 256 PDP.

Sedangkan jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 relatif sedikit. Jumlahnya  enam orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi menjelaskan, pada 16 Juni jumlah PDP melonjak cukup signifikan. Dalam sehari ada sepuluh PDP baru. Di antaranya, empat warga Kecamatan Mertoyudan, dua warga Kecamatan Bandongan, dan masing-masung satu warga dari Kecamatan Ngluwar, Kecamatan Pakis, Kecamatan Kajoran, dan Kecamatan Tempuran.

Setekah itu, ada penambahan tiga PDP baru sehari setelahnya. Mereka berasal dari Kecamatan Secang, Kecamatan Ngablak, dan Kecamatan Candimulyo.

Selain itu, ada pula penambahan tujuh PDP dari Kecamatan Bandongan, dua dari Kecamatan Mungkid, dua dari Kecamatan Muntilan, satu dari Kecamatan Salaman, dan satu dari Kecamatan Borobudur.

Penambahan PDP terus terjadi. Ada penambahan tiga orang lagi dari Kecamatan Borobudur, Kecamatan Kajoran, dan Kecamatan Mungkid. Kemudian ada penambahan lima orang lagi dari Kecamatan Secang, Kecamatan Mertoyudan, Kecamatan Pakis, dan Kecamatan Muntilan. Sehari setelahnya, ada penambahan satu PDP lagi dari Kecamatan Sawangan, empat orang dari Kecamatan Salaman, Kecamatan Grabag, Kecamatan Borobudur, dan Kecamatan Dukun. Bahkan, kembali ada tambahan tiga PDP lagi dari Kecamatan Salaman (2) dan Tempuran.

Dari 36 PDP tersebut, ada sebanyak lima pasien yang diduga tertular dari klaster Ijtima Gowa di Sulawesi Selatan. Mereka diketahui terjangkit Covid-19 sejak 19 Juni. Mereka semua merupakan warga Kecamatan Ngablak.

Selain itu, ada satu orang lagi yang diketahui positif kemarin (23/6). Dia merupakan warga Kecamatan Dukun. Kini total kasus terkonfirmasi positif tercatat 143 kasus. (asa/amd)

Magelang