RADAR JOGJA  – Erupsi Gunung Merapi yang terjadi (21/6) menyebabkan hujan abu di sejumlah daerah. Abu tertiup angin yang saat itu mengarah ke barat.

Setidaknya delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang terdampak abu vulkanik tersebut. Yakni, Kecamatan Srumbung, Kecamatan Mungkid, Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Salam, Kecamatan Muntilan, Kecamatan Ngluwar, dan Kecamatan Borobudur.

“Teramati tinggi kolom erupsi kurang lebih enam ribu meter dari puncak. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto.

Hujan abu cukup deras dirasakan warga Kecamatan Srumbung. Setidaknya ada tujuh desa yang terdampak. Yakni, Kaliurang, Kemiren, Srumbung, Banyuadem, Kalibening, Ngargosoko, dan Kradenan.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur menjelaskan, hujan abu di kompleks Candi Borobudur hanya tipis. Hujan abu berlangsung sebentar.

Dengan demikian, tegasnya, tidak diperlukan memasang penutup pada candi. “Tidak ditutup terpal. Sudah mulai berhenti,” jelasnya.

abu vulkanik juga sampai wilayah Kabupaten Purworejo. Abu relatif tipis.

Hujan abu mulai sekitar pukul 11.40. Lamanya kurang dari dua puluh menit. Berakhir sebelum pukul 13.00.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Purworejo Edy Purwanto mengungkapkan, berdasarkan beberapa laporan menyebutkan abu relatif tipis. “Untuk kawasan perkotaan tidak terlalu tebal. Atau, bisa dikatakan tipis saja,” ungkapnya.

Khusus wilayah di bagian utara seperti Kecamatan Bener, abu lebih tebal dibandingkan wilayah lain. Sebab, wilayah itu paling dekat dengan wilayah Kabupaten Magelang di mana Gunung Merapi berada.

“Saat turun hujan abu memang terlihat agak mendung. Tapi, tidak lama kemudian panas biasa. Saya tetap keluar karena harus mengangkat jemuran,” kata Purwitasari, warga Kecamatan Bagelen. (asa/udi/amd)

Magelang