Kolaborasi dengan Polbangtan YoMa, Membangun Pertanian Daerah

RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat getol dalam upaya menciptakan ketahanan pangan jangka panjang. Salah satunya melalui Pasar Tani “Asri”, yang diinisiasi Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Wonosobo selaku pelaksana Komando Strategis Pembangunan Pertanian Daerah (Kostrada) Kementerian Pertanian.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo mendukung pelaksana Kostrada fokus dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan di wilayahnya. “Semoga keberadaan Pasar Tani bisa memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat di Wonosobo,” harap Eko di sela peluncuran Pasar Tani “Asri”, Rabu (13/5/2020).

Eko menilai, Pasar Tani sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Baik di masa pandemi virus korona (Covid-19) hingga pasca wabah korona berakhir.

Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Wonosobo Sumaedi mengungkapkan, kegiatan Pasar Tani diinisiasi oleh bidang perkebunan dan hortikultura sejak 2019. Semula hanya sebagai sarana pemasaran hasil budidaya dan pengolahan komoditas perkebunan dan hortikultura  untuk menyikapi  kondisi pasar yang tidak pasti dan panjangnya rantai pemasaran dari hulu ke hilir. Sekaligus sebagai  upaya memotong rantai pemasaran dan mengatasi kesenjangan harga yang terjadi di tingkat petani.

Apalagi ketika produksi melimpah, sementara respons pasar lemah. Sehingga harga harga produksi pertanian rendah. Bahkan anjlok. Nah, Pasar Tani hadir sebagai penyeimbang ketika permintaan pasar sangat tinggi, sedangkan produksi kurang mencukupi kebutuhan. Sehingga mengaikibatkan harga kebutuhan pokok melonjak. Terutama produk pertanian yang berpengaruh terhadap inflasi. Seperti cabai dan bawang putih.

Berawal latar belakang pemikiran tersebut, sebagai pelaksana Kostrada, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Wonosobo berniat segera mewujudkan Pasar Tani tanpa terpengaruh ada atau tidaknya anggaran yang penopangnya. “Kami mengajak semua pihak terkait untuk memanfaatkan kegiatan Pasar Tani siap antar ini semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pihak yang dimaksud, di antaranya, kelompok tani, kelompok wanita tani, Tim Penggerak PKK, hingga supplier hasil pertanian, maupun masyarakat. “Kami menawarkan pelayanan dan barang berkualitas baik, serta harga yang kompetitif,” sambung Sumaedi.

ONLINE: Kostrada Wonosobo gandeng Grab untuk layanan konsumen Pasar Tani

Sedikitnya ada 11 bahan pokok yang menjadi komoditas utama Pasar Tani. Selama masa pandemi Covid-19, pelayanan komoditas segar seperti sayur, daging, dan ikan untuk sementara dibuka dengan sistem pesanan tiap dua kali dalam seminggu. Yakni tiap Rabu dan Jumat. Sementara komoditas yang tahan lama seperti beras, minyak, gula kelapa, bawang putih, bawang merah, dan hasil olahan dari kelompok wanita tani/PKK bisa dilayani setiap hari. “Semua produk ready stock. Pelayanan dan harganya cukup bersaing dengan pasar ritel maupun pasar modern,” katanya.

Untuk pelayanan antar, dinas menggandeng jasa Grab dan Komunitas  Wonosobo Kreatif melalui aplikasi Wonosobo Mall. Hanya, saat ini kedua aplikasi teresbut masih dalam perbaikan server. “Untuk layanan daring, kami beri keleluasaan kepada konsumen. Bebas memilih jasa transportasi yang dikehendaki. Diambil sendiri juga boleh,” jelasnya.

Selama masa Covid-19, Pasar Tani hanya melayani pemesanan online. Konsumen akan mendapatkan katalog komoditas yang tersedia. Usai pandemi, Pasar Tani direncanakan buka setiap hari di kios sayur yang berlokasi di lingkungan kantor Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Wonosobo.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Dr Rajiman MP mengatakan, dalam pelaksanaan Kostrada tingkat kabupaten, institusinya bertindak sebagai supervisor pendamping kegiatan Kostra Tani. Termasuk Pasar Tani “Asri” Wonosobo.  “Kami sangat apresiatif dengan kegiatan Pasar Tani. Terlebih kegiatan ini untuk mendukung Kementerian Pertanian dalam upaya menumbuhkan ketahanan pangan nasional melalui Kostrada,” ungkapnya.

Pelaksanaan Pasar Tani sejalan dengan pemikiran Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurutnya, bentuk dukungan pemerintah daerah menunjukkan semangat bahwa pertanian Indonesia terus maju. Baik sebelum masa pandemi, saat pandemi, dan terlebih pasca pandemi Covid-19. “Pertanian tidak boleh berhenti. Saya berharap agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak demi menjaga ketersediaan stok pangan dan olahannya,” tegas SYL di setiap kesempatan.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi menyatakan, pangan adalah masalah paling utama yang menentukan hidup matinya suatu bangsa. “Oleh karena itu petani diharapkan tetap semangat tanam, semangat panen, dan semangat olah,” ujarnya. (*/yog)

KOSTRADA: Suasana launching Pasar Tani “Asri” Wonosobo
Magelang