RADAR JOGJA – Penutupan Candi Borobudur untuk kegiatan wisata diperpanjang. Penutupan bakal sampai 29 Mei mendatang.

Sebelumnya, candi terbesar di dunia tersebut sempat ditutup sampai 14 Mei. “Ini mempertimbangkan kondisi di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY yang masih belum kondusif,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Emilia Eny Utari saat dihubung KamisĀ  (14/5).

Selain itu, keputusan ini juga mempertimbangkan ketentuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penetapan masa tanggap darurat terkait pandemi virus korona (Covid-19). BNPB menetapkan masa tanggap darurat sampai 29 Mei.

Akibat penutupan ini,

Direktur Pemasaran dan Pelayanan TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Hetty Herawati menambahkan, penutupan ini diperkirakan menyebabkan terjadinya kehilangan pemasukan sampai 70 persen. “Kita kehilangan libur lebaran yang tiap tahun sangat diandalkan. Hotel, agen perjalanan, dan semuanya. Omzet jelas terjun bebas,” jelasnya.

Dia memperkirakan, potensi kehilangan pendapatan sangat besar. “Kalau September baru bisa berjalan kembali, kita sudah kehilangan sampai 70 persen dari total target pendapatan kita. Itu cukup signifikan,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang