RADAR JOGJA РPemudik yang masuk wilayah Kabupaten Magelang selama pandemi virus korona (Covid-19) terbilang cukup banyak. Jumlahnya mencapai 4.320 orang.

Sebagian berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Dari jumlah tersebut, terbanyak berasal dari wilayah Jabodetabek, yang mencapai 1.342 orang,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Imam Basori saat dihubungi Minggu (10/5).

Ada banyak pemudik yang datang saat diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak April lalu di berbagai daerah. Pemudik dari wilayah yang menerapkan PSBB masih terus berdatangan.

“Pada 1 hingga 7 Mei saja, ada 408 pendatang. Mereka ada yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan Bandung, yang melakukan PSBB. Selain dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan terhadap para pendatang, kami minta untuk langsung lapor ke satgas desa dan petugas kesehatan, serta melakukan isolasi mandiri,” ungkapnya.

Petugas dishub terus memantau pemudik. Pemantauan dilakukan di Kecamatan Secang, Kecamatan Muntilan, dan Kecamatan Salaman.

Selain dari Jabodetabek, ada 58 pemudik dari wilayah Bandung. Sedangkan lebih dari 2.920 pemudik berasal dari sejumlah kota lainnya. Termasuk beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur. Ada pula pemudik dari beberapa wilayah di Pulau Kalimantan dan pulau lainnya di Indonesia.

“Dari data yang kami miliki,¬†mereka mulai datang sejak 28 Maret,” jelasnya.

Dari 4.320 pemudik tersebut, paling banyak menuju Kecamatan Secang yakni 1.053 orang. Selain itu, Kecamatan Muntilan sebanyak 1.050 orang, Kecamatan Salaman tercatat 345 prang, dan Kecamatan Grabag terpantau 241 orang.

“Selain empat kecamatan itu, pemudik tersebar merata di setiap kecamatan. Namun untuk jumlahnya, rata-rata hanya berkisar seratusan pemudik. Dari catatan kami, pada 31 Maret ada 293 pemudik dari Pondok Pesantren Lirboyo dan 8 April sebanyak 22 orang dari ponpes di Banyuwangi,” terangnya. (asa/amd)

Magelang