RADAR JOGJA – Masyarakat pada masa Mataram Kuno telah memiliki sistem kesehatan. Bahkan, sistem kesehatan yang diterapkan cukup mutakhir pada zamannya.

Hal tersebut diungkapkan Dosen Jurusan Arkeologi UGM Jogjakarta Nugrahani dalam diskusi bagian dari Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional di Kabupaten Magelang Rabu (30/4). Menurutnya, sistem kesehatan tersebut berdasarkan sejumlah prasasti di masa pemerintahan Empu Sindok. Dari berbagai prasasti tersebut memuat berbagai profesi kesehatan yang cukup kompleks dan berbagai bahan alam yang digunakan untuk obat.

“Ini cukup menarik diteliti karena dari peninggalan-peninggalan, wadah yang digunakan masih terdapat sisa residu dari bahan obat tersebut,” jelasnya.

Ada sejumlah prasasti yang diteliti. Yakni, Sugihmanek (915 M), Sarangan (929 M), Gulung-Gulung (929 M), Linggasutan (929 M), dan Jrujru (929 M).

Dalam prasasti tersebut memuat berbagai profesi di bidang kesehatan. Setiap bidang telah memiliki spesialisasi. Di antaranya, walyan (dukun), sukun (tabib), urutan (tukang urut), manawari (pembuat ramuan obat), dan misra manambul (peramu rempah-rempah).

Nugrahani menyatakanm, berbagai bahan obat pun telah dikenal. Di antaranya, gelam, kayu putih, lotus, sulasih, tanjung, wadara, dan wungkudu. Berbagai bahan tersebut diracik sesuai jenis penyakit yang diderita.

Sementara itu, pengkaji Pelestari Cagar Budaya Balai Konservasi Borobudur (BKB) Isni Wahyuningsih menjelaskan, berbagai rangkaian diskusi sengaja diadakan untuk menggali khazanah kebudayaan. Terutama yang terkandung dalam relief Candi Borobudur.

“Kebudayaan dan pendidikan adalah hal yang saling berkaitan. Betapa kayanya kebudayaan negeri kita Indonesia dan menjadikan kebudayaan sebagai pilar pendidikan Indonesia. Kebudayaan menjadi cerminan pendidikan kita. Jika budayanya maju, pendidikannya juga maju dan sebaliknya,” jelasnya.

Diskusi ini juga menghadirkan pemerhati budaya yang juga dokter dari RSU Nirmala Purbalingga Dr FX Sardjono dan Kasi Konservasi Balai Konservasi Borobudur Yudi Suhartono. (asa/amd)

Magelang