RADAR JOGJA – Kabupaten Purworejo tidak akan melakukan pembatasan sosial bersakal besar (PSBB) terkait pandemi virus korona (Covid-19). Praktis, setiap kendaraan yang masuk ke Purworejo tidak akan ditindak secara khusus.
“Kita tidak sampai akan melakukan penolakan kalau ada kendaraan dari luar kota yang masuk (ke Purworejo),” kata Agus Bastian di sela melakukan pengecekan di Hotel Ganesha Purworejo kemarin (29/4). Hotel ini menjadi shelter bagi perawat pasien Covid-19.
Menurutnya, hal terpenting harus dilakukan siapapun yang tiba di Purworejo adalah melapor ke posko terdekat. “Semua harus sesuai dengan protokol pemudik yang sudah dilakukan di masing-masing wilayah,” imbuh Bupati.
Sementara itu, angka pasien positif virus korona di Kabupaten Purworejo terus bertambah. Sehari kemarin (29/4), ada penambahan enam orang. Mereka terpapar dari orang yang memiliki riwayat mengikuti Ijtimak Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.
Tambahan enam orang itu menjadikan total pasien positif di Kabupaten Purworejo mencapai 35 orang. Rinciannya, 33 orang masih menjalani perawatan atau karantina dan 2 orang telah dinyatakan sembuh.
“Ketigapuluh tiga orang ini ditempatkan di dua tempat yakni RSUD dr Tjitrowardojo dan Rumah Sakit Tjokronegoro. Khusus RSUD Tjitrowardojo untuk pasien positif yang membutuhkan penanganan. Sementara yang OTG (orang tanpa gejala) ada di RS Tjokronegoro,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Purworejo dr Darus.
Dari 35 orang yang dinyatakan positif, tegas Darus, sebanyak 28 orang diketahui berangkat ke Gowa atau turunannya. Turunan yang dimaksud adalah orang-orang yang pernah memiliki singgungan dengan mereka yang berangkat ke Gowa.
“Sebagai contoh, ada dua orang warga Loano yang dinyatakan positif, hari ini (kemarin) positif Covid-19, setelah terpapar saat derep (panen padi di sawah) di Purwodadi. Di mana, lahan yang ada itu dimiliki oleh warga yang berangkat ke Gowa,” imbuh Darus.
Ada pula warga dalam satu lingkungan rukun tetangga (RT) yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test. Tes ini diikuti sekitar 30 orang. Dari jumlah itu, hasil tes dari 15 orang di antaranya menunjukkan positif.
“Jadi, ada warga di kampung itu yang ke Gowa. Setelah melakukan isolasi mandiri, cukup ikut acara bersama di kampung. Tidak tahunya, saat hasil tes swab turun, ternyata positif,” jelas Darus. (udi/amd)

Magelang