RADAR JOGJA – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memberikan apresiasi tinggi terhadap warga yang patuh melaksanakan pembatasan sosial selama pandemi virus korona (Covid-19). Apresiasi tersebut diwujudkan dalan bentuk memberikan bantuan sosial kepada warga miskin. Bantuan diberikan kepada warga di Kelurahan Rejowinangun Utara, Magelang Tengah, Kota Magelang, kemarin (29/4).
“Bentuk perhatian apresiasi pada rakyat yang patuh di rumah. Pembatasan sosial bisa berlangsung dengan baik,” jelas Wali Kota usai menyerahkan bantuan.
Bantuan yang diserahkan berupa beras 20 kilogram, telur, minyak, mi instan, dan berbagai kebutuhan pokok lain. Setidaknya ada 14 paket bantuan yang diserahkan. “Mereka tidak ada kegiatan, tidak bekerja,” jelasnya.
Sebagai pemimpin, Wali Kota menegaskan perlu hadir agar masyarakat merasa diperhatikan nasibnya. “Pemimpin hadir membuat hatinya (masyarakat) tenang. Mudah-mudahan dicukupkan dengan bantuan itu,” jelasnya.
Dia menegaskan, program bantuan sosial lain telah dirumuskan untuk mencakup keseluruhan warga Kota Magelang. Termasuk program dari pemerintah pusat maupun daerah. “Program lain sudah dirumuskan secara keseluruhan. Di antaranya, dari Kementerian Sosial, dari APBD (Kota Magelang) kita,” jelasnya.
Wali Kota menekankan, program ini tepat sasaran. Program disalurkan untuk sasaran yang benar-benar membutuhkan. ‚ÄĚKita data sudah siap semua. Skala prioritas sudah semua. Tinggal menunggu Kemensos,” ungkapnya.
Menurutnya, program yang dilaksanakan tetap perlu melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Sekalipun mendesak. “Sudah koordinasikan dengan dewan. Tinggal payung hukumnya. Ada aturannya, jangan sampai nabrak. Ini kan uang negara. Tetap hati-hati,” jelasnya.
Pemkot Magelang bakal melibatkan ketua RT dan RW dalam menentukan siapa saja yang perlu diprioritaskan untuk dibantu. “Jangan melihat penampilan. Datanya harus akurat,” jelasnya.
Di sisi lain, Wali Kota mengapresiasi banyak pihak yang secara swadaya menyalurkan bantuan demi meringankan beban masyarakat yang terdampak pembatasan sosial. Bantuan tersebut dapat menjadi penyambung hidup selagi pemerintah menyiapkan programnya.
“Banyak juga yang mandiri dari CSR (corpotare social responsibility/tanggung jawab sosial perusahaan), tidak usah diperintah,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang