RADAR JOGJA – Bupati Magelang Zaenal Arifin mengambil sikap terkait kian bertambahnya sejumlah warga terpapar virus korona (Covid-19). Sikap itu yakni memperpanjang masa tanggap darurat.

Masa tanggap darurat diperpanjang sampai 25 April. Sebelumnya, masa tanggap darurat ditetapkan sampai 11 April.

“Terkait hal itu, kepada semua pihak pemangku kepentingan agar mengerahkan semua potensi sumber daya manusia yang ada, dalam rangka penanganan kejadian bencana nonalam yakni penyebaran virus korona atau Covid-19,” jelas Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang Adi Waryanto saat dihubungi Minggu (12/4).

Menurutnya, surat pernyataan bupati Magelang terkait tanggap darutat tersebut berdasarkan sejumlah aturan. Yakni, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Keputusan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

“Atas dasar itu, maka masa tanggap darurat terkait Covid-19 di Kabupaten Magelang diperpanjang hingga 25 April 2020 mendatang,” jelasnya.

Sebelumnya Bidang Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menyampaikan, terdapat kondisi pasien dalam pengawasan (PDP) maupun konfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang selalu bidang pusdalops akan memfasilitasi penyemprotan disinfektan di lingkungan dusun di mana ada korban meninggal.

“Untuk penyemprotan itu, kami akan selalu berkoordinasi dengan dinkes dan pemdes setempat. Di sisi lain, kami juga akan memberikan bantuan APD (alat pelindung diri) untuk petugas penyemprotan,” jelas Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Magelang Muflichah. (asa/amd)

Magelang