RADAR JOGJA – Kebutuhan alat pelindung diri (APD)dan masker melonjak saat pandemi virus korona (Covid-19). Situasi tersebut menjadi peluang bisnis untuk sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM). Terutama UMKM yang bergerak di bidang konveksi.

Salah seorang produsen APD yakni Mega Febriani mengaku saat ini beralih membuat baju hazmat dan masker. Sebelumnya, dia sempat membuka usaha jas hujan dan berhenti pada 2017 karena sepinya pelanggan.

“Polanya pun sudah dari sana. Sebenarnya saya produksi jas hujan. Tapi berhubung ada pandemi ini, jadi membuat hazmat,” jelasnya saat ditemui kemarin di rumah produksinya di Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Rabu (8/4).

Mega menyatakan, melayani jasa menjahit baju hazmat untuk dipakai para tenaga medis. “Sehari bisa 10-15 pieces. Order yang sekarang 50 pieces1. Satu rol bisa 42. Jadi, 50 ya satu rol (bajan kain) lebih sedikit,” jelasnya.

Mega mengaku saat ini baru melayani pesanan. Sebab, salah satu kendala yang dihadapi pembuatan baju hazmat yakni dari segi bahan. Sedangkan jika sudah punya bahannya maka langsung dibikin di sini.

Saat ini bahan membuat APD sekarang susah diperoleh. ”Ini untuk donasi. Saya melayani jasa jahitnya,” jelasnya.

Dia juga menggunakan bahan spunbond 75 gram. Meski tidak persis produk hazmat impor, setidaknya dapat digunakan tenaga medis di lapis paling luar.

Dia juga memproduksi masker dengan pakai kain Oxford. “Satu lapis buat nutupin aja. Sehari bisa seratus pieces. Dijual Rp 4 ribu sampai Rp 4.500. Kapasitas produksi maksimal 150 pieces,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang