RADAR JOGJA- Bagi para peternak unggas, persebaran virus korona (Covid-19) menjadi tantangan tersendiri untuk tetap mempertahankan produksi. Demikian pula kegiatan Laboratorium Ternak Unggas dan Aneka Ternak di kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Jurusan Peternakan. Khususnya kegiatan Teaching Factory (Tefa) Ternak Unggas pada Budidaya Ternak Itik Petelur Konsumsi dan Penetasan Telur Itik.

Kegiatan budidaya itik petelur konsumsi tetap berjalan walaupun ada wabah korona. Pun adanya kebijakan pemulangan mahasiswa dan work from home (WFH) bagi pegawai. Ini mengingat hasil dari produksi itik petelur sangat menjanjikan secara ekonomi.

“Syukur alhamdullillah dalam situasi keterbatasan tenaga perawat ternak itik, produksi telur saat ini masih bisa mencapai 71,5 persen. Lebih Rendah dibandingkan saat sebelum ada wabah korona,” ungkap Kepala Laboratorium Ternak Unggas Polbangtan YoMa Nur Prabewi SPt MP.

Meski terjadi penurunan karena wabah korona, produksi telur itik di Laboratorium Unggas Polbangtan YoMa termasuk kategori tinggi. Keadaan normal atau sebelum para mahasiswa dipulangkan, mereka aktif memberikan tambahan pakan hijauan. Setiap hari 10 gram per ekor. Sehingga asupan nutrisi yang sangat diperlukan untuk ternak petelur.

“Hijauan tersebut sangat bermanfaat. Selain berfungsi sebagai antistres juga untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi telur,” jelas Nur Prabewi.

Sedangkan manfaat jangka panjang pakan hijauan dapat menjaga perkembangan alat reproduksi ternak itik betina. Sehingga standar masa bertelur minimal 10 bulan s/d 12 bulan bisa tercapai.
Sebelum wabah korona, distribusi ke pedagang langganan berjalan lancar tiap lima hari sekali. Ditambah konsumen harian. Telur mereka ambil langsung ke kandang. Sehingga tak terjadi penumpukan produk. Namun, sejak minggu pertama wabah korona hampir semua pedagang dan konsumen telur itik berhenti mengambil produk. Sehingga stok produksi itik menumpuk. Bahkan mencapai 1.200 butir.

Kondisi ini mulai kembali normal sejak 1 April 2020 lalu. Distribusi telur ke konsumen kembali lancar. Perbandingan hasil produksi dengan permintaan konsumen pun normal lagi.

Selama wabah korona ini, proses produksi telur itik di Laboratorium Unggas Polbangtan YoMa diberlakukan sistem piket. Dikoordinasi oleh Munawir SST sebagai pelaksana teknis lapangan. Dibantu Ari Novitasari SST.

Kegiatan budidaya itik petelur saat ini berupa itik berumur 11 bulan dan menginjak masa produksi ke-6 bulan berjalan. (*/yog)

Magelang