RADAR JOGJA – Kawasan Candi Borobudur ditutup total. Kawasan yang terletak di Kabupaten Magelang tersebut dilarang untuk dikunjungi wisatawan. Penutupan total berlangsung hingga 26 Maret mendatang.

Penutupan total ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya. Di mana, penutupan hanya dilakukan untuk kawasan yang berada di zona 1. Zona 1 yang merupakan lokasi berdirinya candi dan dikelola oleh Balai Konservasi Borobudur (BKB).

Kini penutupan juga dilakukan di zona 2. Pengelolaan zona ini di bawah PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Kepala Seksi Konservasi BKB Yudi Suhartono menjelaskan, BKB telah melakukan penutupan sejak 16 Maret lalu. Saat itu pengunjung masih boleh memasuki area taman di zona 2. Namun, pengunjung dilarang naik ke atas candi.

Kebijakan itu disusul dengan penurunan harga tiket masuk. Pihak PT TWC memberlakukan tiket setengah dari harga normal.

Penutupan Candi Borobudur secara total dilakukan demi menghambat penyebaran Covid-19. Untuk itu, pihaknya memesan cairan disinfektan sekaligus antijamur untuk perawatan batuan candi. ”Selain membunuh virus dan bakteri, juga mengandung antijamur. Ini sekaligus untuk perawatan batu candi untuk tujuan konservasi,” jelasnya.

Kepala BKB Tri Hartono menjelaskan, keputusan penutupan total diamnil agar penyemprotan disinfektan maksimal. Selain itu, petugas bisa melakukan pemeliharaan selama candi ditutup.

Meski demikian, ujarnya, ke depan akan dilakukan evaluasi apakah terkait pembukaan kembali Candi Borobudur. Evaluasi akan didasarkan pada perkembangan penanganan Covid-19.

”Paling lambat tiga hari sebelum berakhir tanggal 26 Maret, kami evaluasi melihat perkembangan virus korona di Indonesia. Apakah akan diperluas atau bagaimana, menunggu situasi dan kondisi. Kita tahu bahwa korona sudah menjadi ancaman nasional,” jelasnya.

Manajemen TWC menegaskan mengikuti kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19. “Kami sudah komunikasikan keputusan ini kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selanjutnya akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung,” jelas Direktur Utama PT TWC Edy Setijono.

Beberapa acara terpaksa dibatalkan. Di antaranya, Hari Peduli Sampah Nasional dan UMKM Naik Takhta.

General Manager TWC Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana menjelaskan, pembatalan sejumlah acara itu akan dikoordinasikan dengan penyelenggaranya. Sebab, penutupan Candi Borobudur dilakukan karena sedang terjadi krisis terkait virus korona.

“Saya yakin mereka bisa mengerti,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang