RADAR JOGJA – Pasien pertama yang dirawat di RSUD Tidar semula dinyatakan positif terkena virus korona. Namun, hal tersebut lantas berubah. Hasil uji swab kedua yang dilakukan terhadap pasien tersebut menyatakan negatif. Swab merupakan proses pengambilan sampel lendir dari bagian belakang hidung untuk mengambil spesimen virus.

Pihak RSUD Tidar belum berhenti melangkah. Mereka tetap perlu memastikan lagi. Mereka mengirimkan sampel swab untuk diuji untuk ketiga kalinya.

”Untuk dinyatakan sembuh, kita harus melakukan tes satu kali lagi. Kalau hasilnya negatif, pasien tersebut benar sembuh dan bisa pulang ke rumahnya,” jelas Plt Direktur RSUD Tidar Kota Magelang Septi Milna Soelistyani saat ditemui di Aula Adipura Kencana Kota Magelang Kamis (19/3).

Sedangkan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) lainnya sudah dinyatakan negatif. Itu dinyatakan untuk hasil uji swab pertama. Mereka telah dinyatakan negatif dari Covid-19 karena hasil uji swab yang kedua juga menyebutkan negatif. ”Kami ulangi lagi, (hasil uji) negatif lagi,” jelasnya.

Berpijak dari hsil uji swab itu, Septi Milna meminta masyarakat tidak panik. Dengan berbagai keterbatasan petugas dan alat, pemeriksaan indikasi Covid-19 diprioritaskan untuk mereka yang memiliki kriteria tertentu. Di antaranya, pernah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif dan pernah berkunjung ke negara terjangkit atau kota terjangkit. Selain itu, memiliki gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

”Teman-teman di IGD, bayangannya PDP yang masuk ke rumah sakit. Masyarakat yang khawatir ini cuma baru kenal, mengunjungi temannya yang umrah, sudah tergopoh-gopoh ke rumah sakit dan pemeriksaan penuh. Ini yang membuat persediaan logistik menjadi kacau,” jelasnya.

Sementara itu, logistik berupa alat pelindung diri (ADP) di RSUD Tidar saat ini menipis. Selain itu, hanya ada satu dokter spesialis paru-paru yang bertugas menangani PDP Covid-19. Jika diperlukan, ada dokter spesialis penyakit dalam yang siap menjadi lini kedua.

”Khawatirnya karena cuma punya satu (dokter yang menangani PDP Covid-19), dia kecapekan. Selain ada dokter paru, ada dokter penyakit dalam. Tetap tenang. Jangan panik. Kalau batuk pilek tanpa sesak napas, periksa saja (di faskes 1),” jelasnya.

Septi Milna meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebaran virus ini. ”Pasien yang dinyatakan sembuh belum tentu bebas juga dari Covid-19. Kita mengimbau agar daya tahan tubuhnya ditingkatkan dan sementara tetap menerapkan social distance dulu sesuai anjuran pemerintah,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang