RADAR JOGJA – Aparatur sipil negara (ASN) terlibat penggelapan aset Pemerintah Kabupaten Magelang senilai Rp 2 miliar. ASN tersebut berinisial GHS. Dia ditetapkan sebagai tersangka.

GHS menggelapkan sekitar delapan puluh kendaraan berupa mobil dan seeda motor. Dia juga menjual ratusan buka koleksi perpustakaan.

Aset yang digelapkan terdiri kendaraan dinas, peralatan kantor, dan bongkaran bangunan. ”Walaupun mungkin sudah tidak terpakai, tapi ternyata masih ada nilainya. Buktinya masih ada yang mengambil,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang Rivo Chandra Makarupa Medellu saat ditemui di kantornya Selasa (17/3).

Sejauh ini Kejari mampu menelusuri empat mobil yang digelapkan GHS. Rinciannya, dua Toyota Innova, satu Toyota Hardtop, dan satu Toyota Kijang Super.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Magelang Oki Bogitama menjelaskan, barang yang diamankan baru sedikit. Namun, nilainya cukup besar.

”Hardtop dan Kijang Super kami temukan di Kabupaten Magelang. Untuk Innova kami dapatkan di Jogja. Sudah beralih ke pihak lain. Dari empat mobil, sementara penyidik menyelamatkan sekitar Rp 420 juta dari kerugian Rp 2 M,” jelasnya.

Aset lain yang digelapkan GHS berupa sekitar 80 sepeda motor. Selain itu, dia juga menggelapkan bajaj, truk, bus, dan kendaraan lain.

Sebagian besar kendaraan yang digelapkan merupakan kendaraan yang sudah tidak layak beroperasi. ”Seharusnya penghapusannya sesuai prosedur. Tapi, oleh tersangka ini, (penghapusan barang) tanpa prosedur,” jelasnya.

GHS tak hanya menggelapkan kendaraan. Dua juga menggelapkan peralatan kantor, buku perpustakaan sekolah, bahkan stetoskop. ”Rata-rata dijual ke rongsok. Dari data BPKAD terkait aset yang hilang, bahkan buku di perpus sekitar 103.000 item,” jelasnya.

Rivo menjelaskan, awalnya pengelolaan aset-aset milik pemerintah tersebut ditangani oleh berbagai pihak. ”Ada aset-aset pemda yang kebetulan ada di penguasaan yang bersangkutan. Ada juga yang penguasaannya di gudang. Ada juga yang di SKPD, yang diambil oleh yang bersangkutan langsung atau menggunakan orang suruhannya,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang