RADAR JOGJA – Banjir bandang terjadi di Kabupaten Magelang pada Sabtu (29/2) sekitar pukul 15.00. Lumpur menerjang puluhan rumah dua dusun yakni Dusun Mudan dan Dusun Semen, Salam Kanci, Bandongan.

Akibat banjir bandang ini, sekitar 40 warga mengungsi di Taman Pendidikan Alquran (TPA) Tarbiyatul Islamiyah Ridayatut Taqwa di Dusun Derepan, Salam Kanci, Bandongan. Sedangkan ratusan warga lainnya memilih mengungsi di rumah saudara mereka. Namun, kemarin warga sempat pulang untuk membersihkan rumah masing-masing.

Salah satu rumah yang terdampak banjir bandang tersebut adalah milik Diyono, 47. Dia mengaku mendengar suara gemuruh. Seketika lumpur menerjang rumahnya. Lumpur itu membawa material berupa kayu pohon dan bambu.

Menurut Diyono, hujan lebat yang mengguyur sejak sekitar pukul 11.00. “Sore itu terdengar suara gemuruh semakin lama air semakin besar. Banjir bercampur lumpur membawa kayu dan bambu. Saya terus mengungsi bersama satu keluarga,” jelasnya.

Diyono berusaha membersihkan perabotan dari lumpur di rumahnya. Sampai kemarin lumpur masih menggenang setinggi sekitar 30 centimeter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang Edy Susanto menjelaskan, banjir bandang tersebur terjadi akibat longsor di bagian atas Gunung Payung. “Longsor, menumpuk, kemudian terjadi pendanauan. Daya rusaknya sangat tinggi karena campuran air dan tanah, turun, elevasi, dan ditambah gaya grativasi. Tidak terdeteksi pendanauannya,” jelasnya saat ditemui di posko banjir bandang Minggu (1/3).

Menurutnya, informasi dari Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan hujan yang cukup lebat masih bisa terjadi. Untuk itu, saat ini BPBD fokus membuka akses air.

“BMKG mengingatkan hujan yang cukup lebat bisa terjadi. Kalau itu terjadi, jalan air tidak dibuka pasti akan terjadi banjir lagi. Jika dibuka, paling tidak bisa mengurangi,” jelasnya.

Lumpur yang menggenangi rumah-rumah warga dilakukan setelah akses air terbuka. “Mereka (para warga) membersihkan rumahnya. Saya kira itu bagus, tidak bergantung relawan meskipun pada saatnya relawan akan hadir untuk membantu setelah tugas utamanya selesai,” jelasnya.

Sekitar 170 personel gabungan yang terdiri dari tim BPBD, Polri, TNI, dan relawan digerakkan untuk melakukan penanganan. “Ada beberapa titik sehingga kami bagi dua sektor. Ada 170-an personel yang hadir. Kami bagi di dua sektor, atas dan bawah,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang