RADAR JOGJA – Peran Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dalam mendukung sektor pariwisata di sekitar kawasan Canding Borobudur, Kabupaten Magelang, perlu ditingkatkan. Meski perputaran uang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, balkondes tetap wajib peningkatkan pengelolaan potensi lokal.

—-

Manajer Pendampingan Balkondes Community Based Tourism (CBT) Nusantara Cahyo Seno Aji menilai para pengelola Balai Ekonomi Desa (Balkondes) belum sepenuhnya menangkap semangat program tersebut. Pada dasarnya, balkondes dibuat untuk menawarkan pengalaman kultural suasana desa dengan berbagai kearifan lokal di dalamnya kepada pengunjung.

”Harapan kami balkondes bukan sekadar resto dan penginapan,” jelasnya.

Dia berharap pengelola balkondes dapat memaksimalkan berbagai potensi yang ada untuk menimbulkan efek berlipat ganda dari berbagai aspek. Itu mulai pertanian, pengolahan makanan kemasan, busana, sampai seni budaya. Maka dari itu, saat ini pihaknya sedang mengajukan program untuk pengelola balkondes.

”Setelah melakukan pemetaan, kami melakukan standarisasi operasional dan potensi lokal apa yang akan dikembangkan. Program ini kami ajukan ke BUMN sponsor lewat kementerian. Sesuai dengan alurnya pembiayaan dilakukan oleh BUMN sponsor,” jelasnya.

Dalam program yang diajukan, wisata justru hanya menjadi bonus. Moda utama penggerak ekonomi masyarakat adalah potensi lokal. Namun, belum semua BUMN sponsor menyetujui program yang diajukan.

Cahyo menyadari tiap BUMN memiliki regulasi sendiri dalam menyetujui suatu program pemberdayaan. ”Sudah ada yang memberikan, ada yang belum,” jelasnya.

Dia mencontohkan Desa Giripurno yang memiliki peternakan kambing etawa. ”Harga semakin menurun, kami programkan membuat keju. Kami akan carikan expertise (ahli) di bidang itu dari hulu sampai hilir. Kami membangun rumah produksi keju sampai kapasitas tiga ratus liter,” jelasnya.

Menurutnya, balkondes memiliki potensi besar. Berdasar pengamatannya, balkondes sudah menjadi tujuan utama para wisatawan.

”Kalau dulu putaran besar (uang) hanya ada di dalam candi. Sekarang putaran uang keluar candi semakin besar setelah ada program balkondes. Kebanyakan yang datang ke balkondes malah tidak ke Borobudur. Itu sesuatu yang membanggakan,” jelasnya.

CBT Nusantara mencatat ada peningkatan signifikan perputaran uang dari tahun ke tahun. ”Pendapatan balkondes di tahun 2017 total Rp 2 miliar. 2018 sebesar Rp 5,6 miliar. 2019 sebesar Rp 9,5 miliar, dari target Rp 12 miliar. Ini di balkondes saja yang tercatat,” jelasnya. (asa/amd)

Magelang