RADAR JOGJA – Panitia seleksi tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2019 di Kota Magelang menemukan sejumlah barang yang dilarang dibawa masuk ke lokasi tes. Barang itu antara lain telepon seluler dan benda mirip jimat.

Tes berlangsung 18 hari. Mulai 1 hingga 18 Februari di GOR Samapta Sanden, Magelang.

Koordinator Titik Lokasi Tes CPNS Magelang Suratini menjelaskan, para petugas memeriksa secara ketat setiap peserta. Termauk memeriksa barang bawaan peserta.

“Setiap peserta wajib diperiksa barang-barang bawaannya dan yang melekat di badan. Selama pelaksanaan tes, panitia juga mendapati beberapa barang yang tidak diperkenankan masuk ke area tes seperti ponsel hingga benda mirip jimat,” jelasnya saat dihubungi Rabu (19/2).

Dia bersyukur selama pelaksanaan tes hampir tidak ada kendala yang berarti baik teknis maupun non teknis. “Server maupun alat pendukungnya bekerja dengan baik. Listrik benar-benar terkondisikan dengan baik juga. Pelaksanaan tes kali ini lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Adapun total peserta tes sebanyak 20.666 orang. Dari jumlah tersebut, peserta yang hadir sebanyak 19.504 orang.

Peserta yang mengisi formasi CPNS untuk Kota Magelang tercatat 170 orang. Fomasi Kabupaten Temanggung sejumlah 73 orang. Formasi Kabupaten Magelang mencapai 603 orang. Formasi untuk Kabupaten Purworejo ada 316 orang.

Suratini menyatakan, alasan ketidakhadiran para peserta bervariasi. Ada juga peserta yang terlambat hadir di lokasi.

Peserta yang datang terlambat tidak diperbolehkan masuk ke ruangan untuk mengikuti tes. “Paling banyak memang yang benar-benar tidak hadir di lokasi saat waktunya tes,” kata kepala bidang pengangkatan dan pensiun Kanrek I BKN Jogjakarta itu.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang Aris Wicaksono mengutarakan, hampir tidak ada kendala dan keluhan berarti sepanjang pelaksanaan tes SKD. Hal itu berkat upaya dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait.

”Kami benar-benar didukung banyak pihak. Termasuk kerja sama yang baik dengan kabupaten tetangga yang tes di sini. Keluhan dari peserta juga hampir tidak ada. Bahkan, banyak yang memberi apresiasi,” tuturnya. (asa)

Magelang