RADAR JOGJA  – Kanker payudara menjadi ancaman khusus bagi kaum perempuan. Khusus di Jawa Tengah, angka prevalensi penyakit kanker ini menacpai sekitar 68.638 jiwa.
Hal itu diungkapkan dr Annisa Fitriani dari Rumah Sakit Umum (RSU) Ananda Purworejo saat sosialisasi Ayo Cegah dan Tatalaksana Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS yang diikuti karyawan PT Unggul Rejo Wasoso Banyuurip, Kabupaten Purworejo Selasa (11/2). Kegiatan ini melibatkan ratusan buruh perempuan.
Mereka di untuk bisa mendeteksi secara dini kanker payudara. “Masyarakat masih awam atau asing dengan penyakit kanker payudara. Padahal, kemungkinan terkena penyakit ini cukup tinggi,” kata Annisa.
Dikatakan, masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan, masih kerap menilai kanker payudara sebagai hal sepele. Padahal, banyak kasus yang menunjukkan penderita kanker itu meninggal dunia.
“Di sini dibutuhkan edukasi atau sosialisasi yang mendalam bagi masyarakat. Itu harus diberikan hingga ke masyarakat,” imbuh Annisa.
Annisa menambahkan, penyelenggaraan sosialisasi bagi buruh pabrik PT Unggul Rejo Wasono cukup tepat sasaran. Sebab, perusahaan tekstil itu memperkerjakan ratusan buruh perempuan.
Peserta sosialisasi diajak bisa melakukan deteksi dini terhadap ancaman kanker payudara. Setidaknya, bisa melakukan deteksi awal. Jika ada kecurigaan, bisa langsung mendatangi layanan kesehatan terdekat.
“Yang diperlukan memang kepedulian dari masyarakat. Dalam acara di Unggul Rejo ini, kami memberikan banyak cara mudah untuk melakukan deteksi awal,” imbuh Annisa.
Bagian Umum dan Humas PT Unggul Rejo Wasono Purworejo Teguh Supriyanto mengatakan, sebagian besar pekerja di perusahaannya merupakan perempuan. “Ini menjadi keuntungan dan pengetahuan bagi para pekerja. Dari kegiatan ini, kami paham jika kaum perempuan amat rentan dengan penyakit tersebut,” kata Teguh.
Dia berharap para pekerja lebih peduli tentang kesehatan mereka. Tingkat kesehatan yang lebih baik akan menguntungkan perusahaan karena produktivitas meningkat. (udi/amd)

Magelang