RADAR JOGJA – Tempat Ibadah Tri Dharma Kelenteng Liong Hok Bio DI Kota Magelang pernah mengalami kebakaran. Peristiwa itu terjadi 16 Juli 2014.

Kebakaran kelenteng yang didirikan pada 8 Juli 1864 tersebut berasal dari api lilin yang sebelumnya dipakai untuk beribadah. Kebakaran terjadi dini hari.

Api cepat merambat dan membesar. Sebab, sebagian besar material bangunan klenteng terbuat dari kayu. Selain itu, ada banyak benda yang mudah terbakar di dalam kelenteng. Sebanyak 16 patung Dewa Bumi yang berada di dalam kelenteng hancur.

Sebanyak lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, bangunan kelenteng tertua di Kota Magelang tersebut tidak terselamatkan. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Saat ini, kelenteng tersebut telah didirikan lagi. Klenteng digunakan untuk berkegiatan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Magelang Sugeng Supriyadi menjelaskan, Kelenteng Liong Hok Bio termasuk dalam daftar warisan cagar budaya yang sedang diajukan ke pemerintah. Meski bangunan yang berdiri saat ini merupakan bangunan baru, pihaknya tetap mengusulkannya.

”Memang itu bangunan baru. Tapi, sebagai kawasan, tetap bisa memenuhi syarat sebagai bangunan cagar budaya. Sebab, penggunaan kawasan itu tetap sama, sebagai tempat perayaan masyarakat keturunan Tionghoa,” jelasnya.

Saat Tahun Baru Imlek pada 25 Januari mendatang, di kelenteng ini akan diadakan berbagai prosesi dan pertunjukan. Ada prosesi doa. Ada pesta kembang api. Ada pula pertunjukan barongsai dan naga liong. Perayaan diadakan mulai malam Tahun Baru Imlek sampai dua pekan ke depan. (asa/amd)

Magelang