Radar Jogja – Salah satu komoditas perkebunan yang cukup potensial dikembangkan yakni cokelat. Desa Bigaran, Borobudur merupakan salah satu yang berhasil membudidayakan komoditas ini. Mereka, bahkan, mampu mengekspor produk cokelat kemasan.

Salah satu wilayah yang bayak ditanami kakao yang menghasilkan cokelat adalah Desa Bingaran.

Sejak 2004 masyarakat Desa Bigaran mulai menanam cokelat. Awalnya, masyarakat desa ini kebanyakan menanam cengkih dan kelapa.

Pengelola Balkondes Bigaran Nano Widodo menyatakan, dulu sering sekali terjadi kecelakaan saat proses penderesan kelapa. Setelah dikenalkan dengan cokelat, banyak masyarakat beralih menanam cokelat.

Awalnya ditanam sekitar dua puluh ribu bibit pohon kakao. Namun, hanya sekitar seribu yang bertahan hidup.

Dari pohon yang bertahan tersebut ternyata diketahui hasilnya cukup memuaskan. Dia mengaku mampu menjual 200 hingga 300 kilogram bubuk cokelat.

Selain itu, produk kemasan cokelat trus dikembangkan. ”Kemasan sekarang bisa menyerap 25 persen dari cokelat yang dihasilkan. Suatu saat kalau bisa terserap semua ke kemasan. Tapi, tidak mudah,” jelasnya.

Kepala Bidang Perkebunan Disperpa Kabupaten Magelang menjelaskan, cokelat merupakan jenis tanaman keras yang mampu menahan laju erosi. Selain bernilai ekonomi tinggi, cokelat dapat berperan menjaga lingkungan.

“Sekarang kan jadi perhatian serius. Mulai dari erosi lahan, mata air, semua harus memperhatikan seperti itu. Akar tanaman ini cukup kuat bisa menahan laju erosi. Bisa menangkap air dan supply oksigen. Konservasi tapi mempertimbangkan nilai ekonomi,” jelasnya.

Disperta tak hanya mengembangkan cokelat. Mereka juga mengembangkan tanaman lain. “Konsepnya tumpang sari komoditas lain. Di daerah tembakau, hortikultura, dan sebagainya. Jadi, masih bisa menanam komoditas lain kubis, sawi, bawang merah, dan lain-lain,” jelasnya.

Penerapan konsep tumpang sari ini dilakukan karena disebabkan kepemilikan lahan petani yang relatif kecil. “Kita tahu kepemilikan lahan kecil 0,2 sampai 0,3 hektare sehingga mereka membutuhkan pendapatan untuk jangka pendek,” jelasnya (asa/amd)

Magelang