RADAR JOGJA – Merasa sebagai salah satu penyebab rusaknya jalur evakuasi warga, ratusan pengemudi sopir truk melakukan kerja bakti. Mereka memperbaiki jalan yang berada di dusun Bulu, Jeroagung, Srumbung, Magelang.

Saat ini, jalan yang dipakai untuk evakuasi saat terjadi erupsi Gunung Merapi itu rusak parah. Hujan yang hampir tiap hari mengguyur memperparah kondisi. Maka dari itu, ratusan pengemudi truk yang setiap harinya melintas di jalan tersebut berinisiatif untuk memperbaikinya secara swadaya. Proses perbaikan dilakukan sejak Senin (23/12) lalu.

Pengemudi sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Truk DDMI (Dyna Dutro Mania Indonesia) Cabang Magelang awalnya berkumpul di Pasar Srumbung. Selanjutnya, mereka dibagi di beberapa titik sepanjang jalan tersebut sejauh lima kilometer untuk menambal lubang-lubang di jalur evakuasi tersebut.

Korwil DDMI Magelang, Evin Susanto saat ditemui kemarin (24/12) mengatakan ini merupakan bentuk kepedulian dan sebagai bentuk tanggung jawab. “Jadi istilahnya sebagai bentuk tanggung jawab dari kami terhadap jalan ini, karena tidak sedikit truk kami yang melintas,” ujarnya.

Kerja bakti tersebut merupakan inisiatif mereka sendiri, agar jalan sedikit baik dan layak untuk dilewati truk dan warga. Selain menjadi jalur evakuasi, jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat. “Jumlah keseluruhan kami membawa 20 truk material bisa lebih untuk memperbaiki jalan ini,” paparnya. Mereka bahu-membahu memperbaiki jalan dengan peralatan sekadarnya. Sekalipun hanya melakukan penambalan, ia berharap jalan dapat dilalui dengan lancar.

Meskipun mereka merasa ikut andil, namun menurutnya pihak pemerintah juga harus merasa bertanggung jawab. Sebab, mereka mengaku tertib membayar retribusi. “Meskipun demikian seharusnya ini tanggung jawab pemerintah juga, karena status jalan adalah kabupaten. Dimana kami juga tertib dalam membayar retribusi di empat TPR (Tanda Pembayaran Retribusi) yang kami lalui,” paparnya.

Evin menyebutkan, total yang dibayarkan untuk retribusi sebesar Rp 80 ribu untuk setiap truk melintas di empat TPR yang terlewati. “Total membayar retribusi ini dari atas sampai bawah. Termasuk juga TPR yang di Pare Blondo itu Rp 80 ribu untuk setiap truk,” tegasnya.

Jalan ini, menurut dia, dalam kondisi rusak parah sejak tiga tahun lalu, dan belum ada perbaikan hingga saat ini. Ia berharap Pemerintah dapat mengerti dengan kondisi jalan seperti ini agar segera memperbaikinya. kondisi jalan diperparah karena saluran air tersumbat. “Saat musim hujan air naik dan banjir, kondisi ini tentunya memperparah rusaknya jalan apalagi sering dilewati truk,” tambahnya. (asa/pra)

Magelang