MAGELANG – Pemuda perlu menjadi pelopor gaya hidup sehat. Pemuda mesti menjadi penggerak

“Harus menjadi yang terdepan peduli masalah kesehatan. Selama ini yang peduli kesehatan yang tua-tua,” jelas Kepala Seksi Penunjang Pelayanan Balkesmas Kota Magelang Tri Kusumawati saat ditemui usai penyuluhan kesehatan di Rumah Makan Joglo Krajan Magelang Selasa (17/12).

Penyuluhan dengan tema Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Pra-Hospital itu diselenggarakan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Magelang bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Magelang. Selain mendapatkan penyuluhan, peserta berkesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan. Di antaranya, mengecek kadar karbon monoksida untuk perokok dan indeks masa tubuh.

Tri memaparkan, penyakit pra-hospital perlu diwaspadai. “Pra-hospital maksudnya deteksi sebelum orang itu sakit. Sehingga ada aspek pencegahan, preventif promotif,” jelasnya.

Penyakit semacam ini justru merebak di masyarakat luas. “Masalah kesehatan kebanyakan sekarang penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gaya hidup. Gaya hidup dari pola makan, merokok, dan kurang aktivitas fisik,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai cara perlu dilakukan untuk bergaya hidup sehat. Di antaranya, cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, diet yang seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. “Cek kesehatan tiga bulan sekali, juga cek gula darah dan tekanan darah,” jelasnya.

Tri mengapresiasi Pemerintah Kota Magelang yang memiliki dua puluh tiga Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang tersebar di tiap kelurahan. “Padahal, Kota Magelang hanya punya 17 kelurahan. Jadi, tiap kelurahan ada lebih dari satu posbindu,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menegaskan perlunya menanamkan gaya hidup sehat. Untuk mewujudkannya, dia sepakat untuk mendatangkan fasilitas pemeriksaan kesehatan di tiap organisasi perangkat daerah. “Agar terpacu untuk ikut bergaya hidup sehat,” jelasnya. (asa)

Magelang